51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa UNAIR Bangkitkan Praktik Kesehatan Tradisional Tuam Pitu

Tim KKN BBK membuat tungku khusus untuk proses tuam pitu dan lilin herbal (Foto: BBK 5 Desa Kembangbelor)
Tim KKN BBK membuat tungku khusus untuk proses tuam pitu dan lilin herbal (Foto: BBK 5 Desa Kembangbelor)

UNAIR NEWS – Mahasiswa KKN BBK 5 51动漫 (UNAIR) membangkitkan kembali praktik kesehatan tradisional 淭uam Pitu di Dusun Paras, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Mojokerto, pada Kamis (23/1/2025). Program tersebut mentransformasi minyak jelantah menjadi candle for life bersama dengan tuam pitu yang ramah lingkungan. Inovasi tersebut menjadi solusi dalam menyelamatkan lingkungan dan mendukung kesehatan masyarakat secara tradisional. 

Ketua KKN BBK 5 Kembangbelor, Rr Sonia Rahmania Sonjaya mengatakan tuam pitu merupakan sebuah cara pengobatan berbasis rempah yang telah menjadi warisan secara turun-temurun. Terdapat tujuh jenis rempah utama, yaitu serai, jahe, kunyit, cengkeh, ketumbar, jinten hitam, dan lada hitam. Mereka meracik bahan itu dengan komposisi khusus untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal.

Bahan tuam pitu yang terdiri dari serai, jahe, kunyit, cengkeh, ketumbar, jinten hitam, dan lada hitam (Foto: BBK 5 Desa Kembangbelor)
Bahan tuam pitu yang terdiri dari serai, jahe, kunyit, cengkeh, ketumbar, jinten hitam, dan lada hitam (Foto: BBK 5 Desa Kembangbelor)

Tahapan penggunaan tuam pitu melibatkan pemanasan lilin herbal dalam tungku khusus hingga menghasilkan panas. Dengan suhu tertentu akan menghangatkan bungkusan kain berisi rempah-rempah. Bungkusan yang telah hangat kemudian diaplikasikan ke area tubuh tertentu seperti perut, punggung, atau dada sesuai kebutuhan.淢etode yang digunakan dipercaya mampu meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi pegal-pegal, serta mencegah penyakit ringan seperti masuk angin, katanya.

Program tersebut turut memanfaatkan limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah untuk diolah menjadi lilin herbal yang ramah lingkungan. Minyak jelantah yang kerap menjadi limbah tidak terkelola dan berpotensi mencemari lingkungan, ternyata bisa diolah menjadi lilin herbal. Proses pembuatan lilin berawal dari penyaringan minyak jelantah untuk membersihkan residu, mencampurkannya dengan lilin parafin, dan menambahkan aroma herbal seperti serai atau lavender untuk memberikan manfaat relaksasi.

淟ilin herbal yang dihasilkan memiliki nilai tambah sebagai produk ramah lingkungan sekaligus penghangat untuk proses Tuam Pitu, jelas Mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan angkatan 2022 itu.

Pengelolaan minyak jelantah menjadi lilin herbal berkontribusi mengurangi limbah rumah tangga. Sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah dan daur ulang. Di sisi lain, tuam pitu mendukung masyarakat untuk kembali memanfaatkan rempah lokal sebagai alternatif untuk menjaga kesehatan.

Dengan potensi ekonomi yang besar, produk lilin herbal dan tuam pitu dapat menjadi produk unggulan desa. Tercipta peluang untuk meningkatkan pendapatan masyarakat lokal. Dengan kolaborasi aktif antara mahasiswa BBK 5 UNAIR dan masyarakat Desa Kembangbelor menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang sehat, lestari, dan mandiri secara ekonomi.

Sonia mengharapkan dapat menginspirasi desa lain untuk memanfaatkan limbah rumah tangga secara kreatif. Sekaligus menjaga kesehatan masyarakat melalui pendekatan tradisional. 淧rogram menjadi bukti nyata bahwa keberlanjutan lingkungan dan kesehatan dapat tercapai melalui inovasi sederhana yang melibatkan peran aktif masyarakat lokal, ungkapnya.

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT