51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa UNAIR Bangun Branding Digital Desa Jatipayak Lewat Website dan Video Profil

Tim BBK-6 Desa Jatipayak berfoto bersama usai mempresentasikan hasil pengembangan website kepada perangkat desa. (Foto: Tim BBK-6 Desa Jatipayak)
Tim BBK-6 Desa Jatipayak berfoto bersama usai mempresentasikan hasil pengembangan website kepada perangkat desa. (Foto: Tim BBK-6 Desa Jatipayak)

UNAIR NEWS Kuliah Kerja Nyata (KKN) BBK 51动漫 (UNAIR) 6 mengusung program di bidang ekonomi dengan fokus pada branding Desa Jatipayak, Kabupaten Lamongan. Tim mengembangkan website resmi dan video profil desa untuk menampilkan potensi lokal. Program itu berjalan dari minggu kedua hingga keempat KKN, diawali pengumpulan data dan perancangan isi website. Hasilnya dipresentasikan pada Jumat (1/8/2025) kepada Sekretaris Desa, Bapak Agus Mujoyono, dan Kaur Perencanaan, Bapak Teguh.

Najwan Sabilla selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa tim KKN memulai langkah awal dengan mendatangi balai desa dan berkoordinasi langsung bersama perangkat desa untuk memperoleh dokumen RKPDes 2025 sebagai dasar dalam penyusunan konsep website. 淚nisiatif ini berangkat dari keprihatinan kami karena masyarakat luar sulit mengakses informasi tentang Desa Jatipayak, padahal desa ini memiliki banyak potensi yang patut dipublikasikan untuk membangun citra positif, ujarnya.

Website itu memiliki delapan fitur utama, yaitu Beranda, Profil Desa, Sejarah Pemerintahan, Infografis, Potensi Desa, Layanan, Berita, dan Kontak Kami. 淜ami menyusun fitur-fitur tersebut agar masyarakat bisa mengakses informasi desa secara menyeluruh dan mudah, ujar Najwan Sabilla. Untuk konten berita perdana, tim mempublikasikan laporan kegiatan pelantikan Tim Pembina Posyandu, musyawarah desa mengenai RPJMDes dan RKPDes 20262027, dan rembuk stunting.

Sementara itu, pembuatan video profil desa diawali dengan survei dan diskusi bersama perangkat desa untuk mengidentifikasi potensi dan ciri khas lokal yang ingin ditonjolkan. 淪etelah menyusun storyline dan mengantongi izin dari warga dan pemilik usaha, kami mulai melakukan pengambilan gambar sesuai storyboard, lalu melanjutkan ke tahap editing, jelas Najwan.

Najwan juga mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam program ini adalah keterbatasan waktu dan minimnya keterampilan teknis dalam bidang videografi. 淜arena masa KKN hanya satu bulan dan kami bukan berasal dari latar belakang videografi, jadi perlu banyak belajar agar hasil editing tetap maksimal, tambahnya.

Presentasi hasil akhir kepada perangkat desa pun berjalan lancar dan mendapat sambutan positif. 淜ami bersyukur pihak desa merespons dengan sangat baik. Mereka merasa terbantu karena kini ada platform digital untuk memperkenalkan desa dan melayani masyarakat, ungkapnya.

Sebagai strategi keberlanjutan, tim menunjuk penanggung jawab dari pihak desa untuk mengelola website secara mandiri. Selain itu, tim juga memberikan pelatihan dasar, buku panduan, dan video tutorial singkat. 

淗arapannya, website ini bisa terus dikelola dan dimanfaatkan, baik untuk membangun citra desa maupun untuk pelayanan publik yang lebih efisien, tutupnya.

Penulis : Dheva Yudistira Maulana

Editor : Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT