UNAIR NEWS Festival Ithuk-Ithukan merupakan tradisi yang dilakukan setiap tahun pada tanggal 12 Dzulkaidah oleh masyarakat Dusun Rejopuro, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Tradisi ini sebagai bentuk syukur atas sumber mata air yang melimpah sekaligus momen berbagi kepada sesama. Tahun ini, Festival Ithuk-Ithukan berlangsung pada hari Rabu (25/7).
Tahun ini, panitia pelaksana Festival Ithuk-Ithukan mengundang tujuh mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) 51动漫 Banyuwangi untuk turut serta berpartisipasi. Sebelum acara dimulai, para mahasiswa diamanahi panitia untuk menjadi penerima tamu. Mereka terdiri dari lima mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) dan dua mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM).
Perbedaan Festival Ithuk-Ithukan dengan tahun sebelumnya yaitu terdapat acara peresmian Kampung Sidat di Dusun Rejopuro dan acara bersih desa. Kampung Sidat merupakan program kerja kolaboratif antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan TNI-AL yang bertujuan untuk konservasi dan ekonomi mandiri. Atas dasar itu, mahasiswa UNAIR Banyuwangi diundang dalam festival karena serangkaian acara berhubungan dengan bidang ilmu mereka.
Program Kampung Sidat berhubungan dengan mahasiswa FPK. Para mahasiswa diamanahi untuk melakukan release ikan sidat sebagai bentuk simbolis peresmian Kampung Sidat. Sedangkan untuk acara bersih desa berhubungan dengan mahasiswa FKM.

淜ami sangat berterimakasih atas undangan panitia, karena kami mendapat pengalaman untuk menyambut orang-orang penting di Banyuwangi, terang kata Ahmed Sultan Afif Shiddiq, salah satu mahasiswa FPK yang menghadiri undangan.
淜ami juga bangga karena diamanahi untuk me-release ikan sidat. Tetapi yang terpenting yaitu kami membawa nama 51动漫 di festival ini dengan memakai jas almamater kebanggaan kami. Sehingga kami berharap bisa berkontribusi lebih di Banyuwangi dengan bantuan berbagai pihak, tambahnya. (*)
Penulis : Bastian Ragas
Editor : Binti Q. Masruroh





