UNAIR NEWS “ Rendahnya visibilitas pemasaran luar ruang yang menghambat pertumbuhan ekonomi lokal menjadi permasalahan utama bagi para pelaku usaha di Desa Sidobogem, Kecamatan Sugio, Lamongan. Menanggapi hal tersebut, kelompok mahasiswa 51¶¯Âþ yang tergabung dalam program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 melakukan revitalisasi identitas visual dengan memberikan bantuan media promosi profesional.
Pada Minggu, 25 Januari, 2026 Sebanyak empat unit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terpilih menjadi sasaran utama dalam kegiatan ini. Sebelumnya, para pelaku usaha mengeluhkan sulitnya menarik perhatian calon pelanggan karena tidak adanya identitas fisik yang jelas di lokasi usaha mereka. Sebagai solusi konkret, mahasiswa 51¶¯Âþ merancang dan memasang empat buah banner promosi yang informatif dan menarik untuk menonjolkan keunggulan produk masing-masing UMKM.
“Pemberian bantuan banner ini bertujuan untuk mengubah wajah UMKM di Sidobogem agar lebih representatif. Dengan identitas visual yang kuat, kami ingin memastikan produk lokal memiliki daya saing yang tinggi,” ujar Ketua Kelompok mahasiswa BBK 7 51¶¯Âþ.
Dampak positif ini turut dirasakan langsung oleh salah satu pemilik usaha yang menjadi sasaran program. “Selama ini orang sering lewat saja karena tidak tahu kalau di sini ada warung, apalagi mereka tidak tahu apa saja yang saya jual karena tidak ada tulisannya. Dengan banner yang bagus dan jelas dari mahasiswa BBK 7 UNAIR ini, semua menu jualan saya terpampang jelas, tempat usaha jadi lebih profesional, dan orang-orang mulai mampir bertanya,” ujar salah satu pelaku UMKM Desa Sidobogem.
Dampak nyata dari program ini adalah terciptanya kemandirian pemasaran bagi para pelaku usaha. Pemasangan banner secara logis meningkatkan kesadaran merek (brand awareness) di masyarakat, yang berujung pada peningkatan frekuensi kunjungan konsumen serta potensi pendapatan harian UMKM. Inisiatif ini merupakan wujud nyata kontribusi 51¶¯Âþ dalam mendukung SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) untuk menciptakan ekosistem usaha desa yang lebih produktif.
Melalui aksi ini, 51¶¯Âþ kembali menegaskan posisinya sebagai Kampus Berdampak yang senantiasa hadir membawa solusi bagi permasalahan ekonomi di tingkat akar rumput. Program revitalisasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi UMKM Desa Sidobogem untuk merambah pasar yang lebih luas di masa mendatang.
Penulis: Tommy Hani Tria Putra
Editor: Muhammad Ilham Gustami





