51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa UNAIR Ciptakan Alat Monitoring Udara di Desa Kandangan, Gresik

Pertemuan dengan UPT Laboratorium Kabupaten Gresik. (Foto: Istimewa)
Pertemuan dengan UPT Laboratorium Kabupaten Gresik. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Kelompok BBK-4 UNAIR Desa Kandangan, Kabupaten Gresik memberikan solusi untuk mengetahui kualitas udara. Kelompok BBK-4 Desa Kandangan terdiri dari Fadly Faisal (), Sita Arifani Rahayu (FV), Rima Azimah (FV), Majalyn Nadiranisa (), Surya Ganda Syah Putra (FIB), Elly Yuana Permadani (), Rima Amalia Yulianti (FKP), Firly Isna Khoirunisa (), Chelsea Tesalonika Sinaga (), Alief Syakiren Robbani (FTMM).

Fadly Faisal atau yang akrab disebut Fadly merupakan ketua kelompok BBK-4 Desa Kandangan mengatakan bahwa monitoring kualitas udara sangat diperlukan untuk mencegah dampak kesehatan tubuh akibat kualitas udara yang buruk. Alat ini disebut SiMona (Sistem Monitoring Udara), melalui alat ini dapat mengetahui kadar gas karbon dioksida, karbon monoksida, amonia, dan hidrogen dengan satuan output ppm (parts per million).

淢elalui Desa Kandangan, alat ini akan membantu masyarakat sekitar untuk mengurangi kegiatan yang menimbulkan pencemaran udara, apabila kualitas udara yang ada di area Desa Kandangan memiliki kualitas udara yang buruk, ucapnya.

Fadly menyebutkan bahwa alat ini kedepannya akan dikendalikan langsung oleh aparatur desa, karena aparatur desa lebih mengetahui langkah mitigasi untuk menjaga kualitas udara tetap baik. Unsur gas karbon yang buruk dapat menimbulkan gejala seperti gangguan pernafasan, sakit kepala dan muntah.

淎lat ini memang berukuran kecil, namun memiliki manfaat yang besar untuk mencegah kualitas kesehatan yang buruk di area sekitar Desa Kandangan. Faktor utama kami membuat alat ini, sebagai wujud pengabdian masyarakat dalam mewujudkan kesehatan yang baik, serta implementasi keilmuan di bidang teknologi, ungkapnya.

Sementara itu, Alief syakiren robbani, penggagas alat tersebut menambahkan bahwa alat tersebut telah mendapatkan izin dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik. “Tetapi hanya untuk penggunaan internal desa Kandangan saja dan bukan untuk disebarluaskan kepada masyarakat dikarenakan keterbatasan alat kalibrasi dan standarisasi nasional,” tambah Alief.

Fadly menjelaskan bahwa sebagai mahasiswa UNAIR memiliki tanggung jawab dan nilai moral yang tinggi untuk berperan aktif di masyarakat. Melalui program BBK-4 UNAIR, ilmu yang diperoleh selama kuliah yang sejalan dengan motto excellent with morality mampu diterapkan secara optimal.

淒engan persiapan waktu kurang lebih satu bulan, kami melakukan upaya secara maksimal untuk memberikan kontribusi di Desa Kandangan melalui alat monitoring udara. Keberhasilan alat ini menjadi tolak ukur kualitas udara di Desa kandangan, sehingga dapat dilakukan upaya penanaman kawasan hijau sebagai cara mengurangi gas karbon berlebih, jelasnya.

Penulis : M. Akmal Syawal

Editor : Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT