UNAIR NEWS – Sembilan mahasiswa yang tergabung dalam program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 (UNAIR) melaksanakan rangkaian kegiatan Bedahan Berdaya Weeks di Desa Bedahan, Kecamatan Babat, pada 630 Januari 2026. Program ini difokuskan pada aksi nyata pemberdayaan masyarakat melalui isu lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan penguatan ekonomi lokal.
Aksi Lingkungan Lewat Green Workshop Rangkaian kegiatan diawali dengan Bedahan Berdaya Green Workshop sebagai respons atas persoalan limbah rumah tangga dan maraknya eceng gondok di perairan sekitar desa. Mahasiswa menggelar seminar pengelolaan sampah organik di Balai Desa Bedahan, dilanjutkan dengan workshop praktik instalasi 10 biopori komposter di Lapangan Desa Bedahan bersama pemuda Karang Taruna. Melalui kegiatan ini, warga dibekali keterampilan langsung untuk mengolah limbah menjadi kompos secara mandiri dan berkelanjutan.
Bedahan Berdaya Talks Menyatu dengan Aktivitas Warga
Program Bedahan Berdaya Talks dilaksanakan pada minggu kedua dan ketiga dengan terjun langsung ke kegiatan rutin masyarakat. Mahasiswa menyampaikan edukasi kesehatan dan literasi ekonomi dalam pertemuan RT, posyandu balita dan lansia, serta kegiatan di SD Negeri Bedahan. Materi meliputi pencegahan DBD, kanker serviks, kesehatan gigi anak, hingga pengenalan digitalisasi UMKM, sehingga penyuluhan dapat menjangkau lebih banyak warga secara merata.
Pendampingan UMKM Melalui Business Clinic
Sebagai penguatan ekonomi desa, Bedahan Berdaya Business Clinic dilaksanakan pada minggu ketiga dan keempat melalui pendampingan UMKM secara door-to-door. Mahasiswa membantu pelaku usaha dalam pembuatan akun digital, pendaftaran lokasi usaha di Google Maps, pemasaran daring, hingga aktivasi QRIS. Pendampingan ini mendorong UMKM Desa Bedahan lebih adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.
Koordinator BBK 7 UNAIR Desa Bedahan, Abbas, menyampaikan, 淐ukup sulit mengumpulkan warga untuk datang ke Balai Desa, dan khawatirnya dampak penyuluhan yang kami laksanakan menjadi kurang merata. Maka, kami memilih metode dengan terlibat langsung dalam agenda pertemuan rutin setiap RT di Desa Bedahan. Secara keseluruhan, kami mendatangi 12 RT, dengan jumlah kehadiran sekitar 15 hingga 25 orang di setiap pertemuan. Jika diperkirakan, kami berhasil menjangkau hampir 200 warga.
Penulis: Tiara Eka Saputri





