UNAIR NEWS – Mahasiswa sebagai bentuk perpanjangan tangan ilmu pengetahuan memiliki peran dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Utamanya, masyarakat di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) yang masih memerlukan rangkulan mahasiswa dalam mengembangkan sumber dayanya, seperti yang mahasiswa UNAIR lakukan di Tuban.
Melalui program kerja unggulan Gerakan Mahasiswa Tuban 51动漫 (), Abdi Desa 2025, Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) berkomitmen menggagas kegiatan-kegiatan yang berfokus memajukan desa binaan. Di tahun ini, Abdi Desa Rawatungga berlangsung selama tiga hari, mulai dari Jumat (24/1/2025) hingga Minggu (26/1/2025) di Desa Ketambul, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Menekankan PHBS
Mengingat masih rendahnya kesadaran akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat desa binaan, Abdi Desa Rawatungga menginisiasi program Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (). Program ini menyasar anak-anak Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Yayasan Pendidikan Ma’arif Nurul Huda Desa Ketambul.
Isma Dian Artika, Ketua Pelaksana Abdi Desa Rawatungga, mengatakan bahwa terdapat perbedaan Sosialisasi PHBS pada dua jenjang pendidikan tersebut. “Kalau di MI kami melaksanakan sosialisasi sikat gigi dan cuci tangan, sedangkan di MTs kami melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba,” tuturnya.
Isma, sapaan akrabnya, mengungkap bahwa sosialisasi yang ia dan panitia Abdi Desa Rawatungga lain berikan untuk siswa-siswi MI meliputi pengenalan awal tentang struktur gigi, cara menjaga kesehatan gigi, dan pentingnya pemeriksaan gigi secara rutin. Serupa dengan sosialisasi di MI, siswa-siswi MTs juga mendapat pengenalan awal soal narkoba. Mulai dari jenis narkoba, dampak negatif, faktor penyebab penyalahgunaan, cara penanganan dan rehabilitasi, hingga mitos serta fakta terkait narkoba.
Mahasiswi Kedokteran Gigi UNAIR itu menambahkan bahwa cara sosialisasi pada siswa-siswi MI dan MTs berbeda mengingat perbedaan jenjang umur keduanya. “Target sosialisasi di MI adalah anak-anak kelas 2, 3, dan 4 sehingga kami harus menyesuaikan teknis sosialisasinya. Untuk itu, kami menggunakan flipcard seperti kalender yang berisi materi-materi Selain itu, kami juga membuat lagu cuci tangan dan sikat gigi yang terinspirasi dari lagu anak-anak,” terangnya.
Feedback Positif
Kegiatan Abdi Desa Rawatungga ini mendapat tanggapan positif dari warga sekitar, utamanya siswa-siswi MI dan MTs. Isma menegaskan bahwa siswa-siswi yang mendapat materi PHBS ini merasa terbantu dengan pengetahuan baru yang mereka dapatkan.
“Kita sempat dapat feedback kalau mereka merasa materi kemarin bermanfaat dan juga tidak merasa materi yang disampaikan sebagai beban teori. Mereka semua having fun dengan kegiatan Abdi Desa ini,” ujarnya.
Terakhir, Isma berharap kegiatan Abdi Desa Rawatungga ini menjadi program kerja yang berkelanjutan. “Kami berharap bisa melaksanakan program kerja ini setiap tahun dan tetap berada di desa ini. Alasannya supaya maintenance perkembangan dampak yang sudah kita berikan dari tahun ke tahun,” pungkasnya.
Penulis: Selly Imeldha
Editor: Edwin Fatahuddin





