UNAIR NEWS – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas 7 (BBK) yang bertugas di Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, melaksanakan kegiatan sosialisasi lingkungan bertajuk Biokonversi Sampah Organik: Solusi Sirkular Berkelanjutan Bersama Maggot Black Soldier Fly (BSF) pada Sabtu, 17 Januari 2026 di Balai Desa Glagahagung. Kegiatan ini menargetkan pemuda desa yang tergabung dalam Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Ansor, dan Karang Taruna Desa Glagahagung.
Kegiatan diawali dengan pemaparan data faktual timbulan sampah Desa Glagahagung yang mencapai 5,4 hingga 7,7 ton per hari, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi. Data tersebut disampaikan untuk membangun kesadaran peserta terhadap urgensi pengelolaan sampah organik yang selama ini belum tertangani secara optimal.
Pada sesi inti, mahasiswa BBK 7 menjelaskan konsep biokonversi sampah organik menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai teknologi pengolahan yang higienis dan aman. Dijelaskan bahwa lalat BSF dewasa tidak memiliki mulut sehingga tidak menjadi vektor penyakit. Larva BSF mampu mengurai sampah organik hingga 80% dalam waktu 24 jam, sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi berupa maggot sebagai pakan ternak berprotein tinggi dan kasgot sebagai pupuk organik.
Kegiatan ini mendukung SDGs poin 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, SDGs poin 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui potensi usaha pengolahan limbah, serta SDGs poin 11 (Sustainable Cities and Communities) dengan mendorong pengurangan sampah dari sumbernya.
Salah satu peserta menyampaikan,Selama ini sampah dianggap masalah, tapi dari kegiatan ini kami jadi melihat sampah sebagai peluang yang bisa dimanfaatkan, ujarnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap terjadi perubahan pola pikir dan muncul inisiatif pemuda desa untuk menerapkan pengelolaan sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan.





