UNAIR NEWS Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) tidak pernah absen dalam mencetak berbagai prestasi membanggakan. Seperti halnya tiga mahasiswa UNAIR yang meraih Juara I dalam Veteran Greenfest Competition pada Senin (20/11/2023). Ketiga mahasiswa tersebut adalah Rivia Ghina Rahmi ( 2021), Alifah Nur Afni Oktavia ( 2020), dan Yuniar Putri Wardani ( 2021).
Kompetisi esai tersebut merupakan ajang bergengsi tingkat nasional yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPN Veteran Jakarta, khususnya oleh Departemen Sosial dan Lingkungan. Sebanyak 85 tim pilihan terbaik dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia turut bersaing dalam menyampaikan gagasan inovatif mereka.
Menuju Indonesia Bebas Sampah
Raihan juara I mereka bkan tanpa alasan. Rivia dan tim berhasil menggagas inovasi tempat sampah pintar yang terintegrasi dengan aplikasi pada smartphone. Inovasi tersebut bernama 淒USTBIN: Inovasi Smart Dump Terintegrasi Aplikasi Berbasis IoT sebagai Manajemen Pemilahan Sampah Menuju Indonesia Bebas Sampah 2030.
“Dalam karya ini, saya mengusulkan ide pengembangan tempat sampah pintar yang bisa memilah otomatis antara sampah organik dan anorganik. Selain itu, dustbin ini dirancang untuk dapat terbuka secara otomatis ketika mendeteksi kehadiran seseorang yang hendak membuang sampah atau mendekat dengan jarak kurang dari 30 cm,” terang Rivia dalam wawancara pada Sabtu (25/11/2023).
Rivia mengungkapkan, lahirnya inovasi tersebut sebagai respons terhadap masalah serius penumpukan sampah di seluruh Indonesia. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2022, jumlah sampah mencapai 35,8 juta ton per tahun, mencatatkan level tertinggi dalam empat tahun terakhir sejak 2019. Komposisi tertinggi, yakni sebesar 38,4 persen, berasal dari rumah tangga.

Strategi dan Kiat Raih Juara
Menurut Rivia, pentingnya memulai perjalanan kompetisi dengan doa, sebagai landasan utama yang memberikan kekuatan dan ketenangan. Tingkat komitmen dan kerja sama yang tinggi antaranggota tim merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi setiap tahap kompetisi.
“Selalu temukan isu terkini yang memiliki dampak signifikan pada masyarakat luas. Jangan lupakan untuk selalu memerhatikan buku panduan, lakukan cek plagiarisme, dan minta pendapat atau ulasan dari orang lain sebagai langkah-langkah kunci dalam persiapan kompetisi,” tegasnya.
Di akhir sesi wawancara, Rivia berpesan untuk jangan pernah berpuas diri dan terus mencoba selagi masih ada kesempatan. Ia menekankan untuk memanfaatkan peluang dengan baik dan terus berkembang. Ikut serta dalam kompetisi tidak hanya dapat mengasah keterampilan dan kemampuan dalam penulisan ilmiah, tetapi juga memperluas pengalaman berkompetisi serta memperkaya jaringan relasi.
Penulis:
Editor: Feri Fenoria





