51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa UNAIR Perkuat Branding UMKM Karangmulyo Lewat Program BRIKET

UNAIR NEWS – Perekonomian lokal Desa Karangmulyo kini tampil dengan wajah baru yang lebih segar. Melalui skema pengabdian masyarakat, sekelompok mahasiswa 51动漫 sukses menyelenggarakan program BRIKET UMKM (BRanding, Identitas, dan Kemasan Terpadu UMKM). Kegiatan yang berlangsung pada 14-16 Januari 2026 ini hadir sebagai wujud nyata Kampus Berdampak dalam menjawab masalah minimnya daya tarik visual pada produk komoditas desa.

Program ini menyasar delapan pelaku usaha lokal yang terdiri dari tujuh pengepul buah dan sayur serta satu pembuat sale pisang. Fokus utamanya adalah rebranding luring (offline) melalui pembuatan label stiker, penyusunan Katalog UMKM, hingga video dokumentasi distribusi. Langkah ini diambil untuk mendukung poin SDGs yang disasar, yakni SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

Pentingnya Identitas Visual

Mahasiswa KKN BBK 7 Tempelkan Stiker Branding pada Keranjang Buah di Gudang Pengepul Desa Karangmulyo pada Kamis (15/1/2026) (Foto: Aulia Hana Tsurayya).

Penanggung Jawab Kegiatan, Aulia Hana Tsurayya, menjelaskan bahwa identitas visual bukan sekadar pemanis, melainkan kunci daya saing. Bersama rekannya, Amira Balladiva Nindyarti, Aulia menekankan pentingnya nilai tambah produk agar lebih dikenal luas.

“Tujuan utama kami adalah meningkatkan nilai tambah produk UMKM serta memperkuat identitas lokal. Kami ingin produk Karangmulyo memiliki daya saing yang kuat di pasar. Dengan adanya label stiker dan katalog ini, konsumen akan lebih mudah mengenali dan percaya pada kualitas produk desa,” ujar Aulia.

Respons Positif Masyarakat

Mahasiswa KKN BBK 7 Berdiskusi dengan Pengepul Buah Terkait Desain Kemasan di Tempat Usaha Warga pada Rabu (14/1/2026) (Foto: Aulia Hana Tsurayya)

Kehadiran mahasiswa disambut hangat oleh para pelaku usaha. Pak Wawan, salah satu pengepul buah yang menjadi peserta, mengungkapkan rasa terima kasihnya. Ia merasa terbantu karena usahanya kini terlihat lebih profesional.

“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa karena adanya program ini usaha saya jadi ada branding namanya. Dulu jualan polosan, sekarang sudah dibuatkan stiker yang bagus ini. Jadi lebih percaya diri pas kirim barang ke luar desa,” ungkap Pak Wawan (Pengepul Buah)

Meskipun pelaksanaan kegiatan sempat terkendala musim panen yang belum tiba sehingga dokumentasi petik buah tidak dapat dilakukan, sehingga tim mahasiswa menyiasatinya dengan merekam proses sortir dan distribusi. Fleksibilitas ini memastikan para pelaku usaha tetap mendapatkan materi promosi digital yang layak. Program ditutup dengan penyerahan desain stiker yang diharapkan menjadi modal awal kemandirian ekonomi Desa Karangmulyo.

Penulis: Aulia Hana Tsurayya & Amira Balladiva Nindyarti

AKSES CEPAT