UNAIR NEWS Prestasi tingkat nasional lagi-lagi ditorehkan mahasiswa 51动漫. Kali ini dua mahasiswa kampus 滲iru-Kuning ini meraih medali di arena Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA PT) 2018 yang diselenggarakan Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti, di Universitas Muhammadiyah Malang, 4-7 Mei 2018.
Dua mahasiswa UNAIR itu adalah Ihsan Fahmi Rofanada meraih Medali Perak bidang biologi, sedangkan Nando Reza Pratama meraih Medali Perunggu bidang kimia. Keduanya adalah mahasiswa semester II dan IV Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR. Bagi Nando, ini merupakan keberhasilannya setelah tahun lalu di Semarang belum bernasib baik.
Dalam ONMIPA 2018 di Malang ini UNAIR meloloskan lima mahasiswanya di tiga bidang (fisika, kimia, dan biologi) dalam seleksi tingkat Wilayah VII (Jawa Timur). Mereka adalah Ihsan Fahmi Rofanada, Nando Reza Pratama, Agnessia Asian Budi Setyo (ketiganya dari FK) dan dua dari FST yaitu Brilliana dan Beni Hamdani. Di bidang matematika, duta UNAIR tidak lolos di tingkat Jatim. Jumlah lima wakil ke ONMIPA tahun ini sama dengan tahun lalu.
Setiba dari Malang, Senin (7/5) siang, didampingi Direktur Kemahasiswaan UNAIR Dr. M. Hadi Shubhan, SH., MH., CN., duta UNAIR tersebut diterima Rektor yang diwakili Wakil Rektor II UNAIR Dr. Muhammad Madyan, SE., M.Si., M.Fin., di Aula Rektor Lantai IV.

Mendengar laporan bahwa sebagian besar diantara peserta ONMIPA itu masih duduk di semester II dan semester IV, Dr. Muh Madyan besar harapannya bahwa prestasi tersebut bisa ditingkatkan dalam kompetisi ONMIPA tahun 2019. Selain masih bisa mengikuti tahun 2019, juga masih adanya pembinaan dari tim dosen pembimbing dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) yang dikoordinasi oleh kemahasiswaan.
Direktur Kemahasiswaan UNAIR Dr. M. Hadi Shubhan, SH., MH., CN., mengatakan, prestasi UNAIR dalam ONMIPA 2018 ini merupakan lompatan membanggakan, setidaknya kalau dibandingkan tahun lalu di Semarang. Selain itu dari jumlah perwakilan yang hanya lima orang, tetapi berhasil meraih dua medali. Sedangkan perwakilan PTN lain banyak yang mencapai belasan dan puluhan mahasiswa.
Hikmah yang bisa dipetik dari kompetisi ini, lanjut Hadi Shubhan, bahwa bibit potensial calon peserta olimpiade untuk empat bidang itu di UNAIR merata di beberapa fakultas. Artinya tidak hanya 渕enumpuk di Fakultas Sains dan Teknologi (FST) yang mengampu empat prodi tersebut. Karena itu Direktorat Kemahasiswaan akan menggali potensi tersebut untuk dilakukan pembinaan.
滲ibit olimpiade di UNAIR ini banyak, cuma mereka masih apatis untuk mengikuti kompetisi, sehingga tugas kami untuk membina mereka. Kebetulan kepada mahasiswa baru selalu kami minta untuk menulis curriculum vitae (CV), dari CV bisa diketahui yang pernah ikut OSN (Olimpiade Sains Nasional) untuk selanjutnya kita bina, kata Pak Hadi, panggilan akrabnya.
滵i UNAIR juga ada ikatan alumni ONMIPA, sehingga para alumni peserta OSN (dari SLTA red) juga akan kami panggil untuk dibina lebih lanjut dalam persiapan selanjutnya, demikian Direktur Kemahasiswaan Dr. M. Hadi Shubhan. (*)
Penulis : Bambang Bes





