UNAIR NEWS – Sebagai usaha memberikan pemahaman tentang pendidikan seksual dalam perspektif Islam, kelompok KKN UNAIR mengadakan kegiatan Sex Education (SEDU) Berbasis Agama Islam “Tarbiyatul Jinsiyah”. Kegiatan bertemakan Halal Squad: Protecting Love, Navigating Desires, and Relationships in the Islamic Way itu berlangsung di Masjid Al-Mukarromah, Desa Sidowungu, Gresik pada Minggu (30/7/2023).
Latar Belakang Kegiatan
Keresahan kelompok terhadap perkembangan zaman dan penyimpangan seksual menjadi alasan kegiatan tersebut. Tim merasa perlu ada upaya menumbuhkan kesadaran pergaulan dan melindungi esensi cinta di bawah moral agama.
淗al tersebut sejalan dengan moto 51动漫 yang Excellence with Morality. Yaitu menyelaraskan keilmuan akademis dengan moralitas berbasis agama, ujar Andi Faiz Naufal Zain sebagai anggota KKN UNAIR.
Faiz mengatakan bahwa kegiatan tersebut bermanfaat dalam menumbuhkan kesadaran diri terhadap urgensi menjaga pandangan, mengendalikan hasrat seksual, hingga penyimpangan seksual. Untuk itu, sasaran program adalah seluruh remaja masjid Desa Sidowungu.
淒ari kesadaran dalam menjaga diri tersebut, dapat terus disebarkan lewat pengajaran anak-anak TPQ dan wadah-wadah diskusi di forum remaja masjid supaya makin menyebar ilmu dan kebermanfaatannya, jelas Faiz.
Dari Penyatuan Ormas sampai Pelaksanaan Kegiatan
Sebagai sasaran program kerja, kelompok KKN UNAIR berhasil menyatukan empat elemen remaja masjid dari organisasi masyarakat (ormas) yang berbeda. Keempat ormas itu meliputi Remas Al-Ikhlas dan Al-Ittihad (NU), Remas Al-Ishlah (Muhammadiyah), dan Remas Al-Mukarromah (LDII).

Alhamdulillah, sebuah hal yang luar biasa BBK 2 UNAIR Sidowungu dapat berkontribusi dalam menyatukan 4 remaja masjid dari ormas yang berbeda, ungkapannya.
Dalam pelaksanaannya, tim membutuhkan banyak persiapan untuk menyatukan perbedaan ormas. Berawal dari koordinasi bersama Remas Al-Ikhlas sampai membentuk grup Aliansi Remaja Masjid Sidowungu yang berisi para remaja dari empat elemen ormas yang berbeda.
Selanjutnya adalah mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh setiap perwakilan ormas. Hasil pertemuan tersebut adalah kesepakatan terhadap kegiatan pendidikan seksual berbasis Islam 淭arbiyatul Jinsiyah”.
淪etelah rapat koordinasi tersebut, dilaksanakanlah acara tersebut di masjid Al-Mukarromah dengan antusiasme yang tinggi, tambah Faiz.
Bermacam Materi
Terdapat berbagai macam materi, seperti cara melindungi esensi cinta, mengarahkan nafsu, dan berhubungan yang sehat. Selain itu, ada pula materi tentang fase pubertas dan baligh, perawatan diri, bahayanya penyakit menular seksual, batasan aurat, hingga seputar LGBTQ+.
淪ampai pada kesimpulan keempat remas harus menjadi muslim yang baik. Yaitu dengan mendengarkan dan membantu teman muslim untuk kembali ke fitrahnya, tambah Faiz sebagai salah satu pemateri kegiatan.
Sebanyak 45 peserta dari empat remas yang berbeda memiliki antusias yang sangat tinggi. Hal tersebut dapat mereka ketahui dari nilai rata-rata pretest sebesar 75,88 persen dan nilai rata-rata posttest 87,33 persen. Artinya, terjadi peningkatan pengetahuan dari peserta sebesar 15,1 persen.
淗arapan kami adalah keempat masjid dapat mengedukasi remaja sekitar masjid akan pentingnya kesadaran menjaga fitrah dan harkat martabat dengan materi SEDU Berbasis Islam “Tarbiyatul Jinsiyah” tersebut, tutupnya. (*)
Penulis: Muhammad Fachrizal Hamdani
Editor: Binti Q. Masruroh





