51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa UNAIR Tingkatkan Kapasitas Kepemimpinan Islam melalui Program Internasional

Salah satu kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa UNAIR dalam program internasional di Penang
Salah satu kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa UNAIR dalam program internasional di Penang (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Sebanyak 13 mahasiswa 51动漫 (UNAIR) berpartisipasi dalam Program Mobiliti Pelajar ISDEV USM揗IEMF bertajuk Youth Leaders in Global Islamic Development Management for the Future. Keikutsertaan mereka itu bertujuan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan pemuda muslim dalam pengelolaan dan pembangunan Islam berorientasi global, melalui pendekatan akademik dan praktik lapangan,

Kegiatan tersebut terselenggara di Penang, Malaysia, pada Rabu-Minggu (17-21/12/2025). Rangkaian kegiatan mencakup berbagai bengkel interaktif yang membahas kepemimpinan dalam pembangunan Islam, gaya kepemimpinan Rasulullah SAW, tata kelola dan hisbah, pemasaran kepemimpinan Islam, hingga perspektif kepemimpinan di kawasan ASEAN. 

Selain pembelajaran di kelas, peserta juga terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Pulau Aman, Penang. Melalui aksi pembersihan kawasan wisata, perbaikan fasilitas umum, serta observasi dan pemetaan permasalahan sosial-ekonomi masyarakat setempat.

Perwakilan mahasiswa UNAIR, Ammar Bin Yasir, menyampaikan bahwa program ini memberikan pengalaman belajar yang komprehensif karena menggabungkan teori dan praktik secara langsung di lapangan. 淧embelajaran mengenai kepemimpinan Islam tidak hanya berhenti pada konsep normatif. Tetapi juga diuji melalui interaksi nyata dengan masyarakat dan penyusunan solusi berbasis nilai-nilai Islam dan keberlanjutan, tuturnya. 

Peserta Youth Leaders in Global Islamic Development Management for the Future
Peserta Youth Leaders in Global Islamic Development Management for the Future (Foto: Koleksi Peserta)

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan dalam kegiatan pengabdian masyarakat memberikan pemahaman baru mengenai peran pemuda sebagai agen perubahan dalam pembangunan berbasis komunitas. Interaksi langsung dengan masyarakat lokal menjadi sarana pembelajaran penting untuk memahami konteks sosial, budaya, dan ekonomi secara lebih mendalam.

淢elalui program ini, kami dilatih untuk berpikir kritis dalam melihat persoalan sosial. Sekaligus merumuskan solusi yang tidak hanya efektif secara teknis, tetapi juga berlandaskan prinsip amanah, keadilan, dan tanggung jawab sosial, ujarnya.

Program ini menekankan pembelajaran berbasis pengalaman dan proyek sosial. Peserta secara berkelompok menyusun dan mempresentasikan gagasan pembangunan berkelanjutan. Seperti pengembangan ekowisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, sebagai hasil dari observasi dan diskusi lapangan.

Proses ini menjadi sarana pembentukan kapasitas kepemimpinan yang aplikatif dan berorientasi pada keberlanjutan. Sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial.

Penulis: Rizma Elyza

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT