UNAIR NEWS – Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) yang tergabung dalam program BBK 7 Desa Gumeng menyelenggarakan kegiatan SIGAP DARURAT (Siaga Tanggap Darurat) berupa sosialisasi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (9/1/2026) bertempat di Balai Desa Gumeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan yang berada dalam bidang garap kesehatan ini diikuti oleh 35 peserta, yang terdiri dari kader posyandu dan peserta posyandu lansia dan ibu balita. Sosialisasi dipandu oleh mahasiswa UNAIR, dengan dukungan serta kolaborasi dari pihak Posyandu Desa Gumeng dan Puskesmas setempat. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat peran masyarakat dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan di lingkungan sekitar.
Materi yang disampaikan mencakup pengenalan konsep kegawatdaruratan dan prinsip dasar penolong, seperti pentingnya keselamatan diri, korban, dan lingkungan. Selain itu, peserta dibekali kemampuan melakukan penilaian awal korban melalui pemeriksaan kesadaran, pernapasan, dan sirkulasi. Materi inti meliputi penanganan awal henti jantung melalui Bantuan Hidup Dasar (BHD/RJP dasar), penanganan perdarahan hebat, pingsan, kejang, luka bakar, serta tersedak pada orang dewasa dan anak. Karena keterbatasan lokasi, simulasi praktik dilakukan melalui media video edukatif.Gambar 1. Pemaparan Materi SIGAP DARURAT oleh Mahasiswa UNAIR BBK 7
Melalui kegiatan SIGAP DARURAT ini, kami berharap masyarakat memiliki pengetahuan, keberanian, dan kesiapsiagaan untuk memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat sebelum korban dirujuk ke fasilitas kesehatan, ujar Aulia selaku pengisi materi.
Sebagai bentuk keberlanjutan edukasi, tim juga memperkenalkan Buku Saku PPGD: Tindakan Awal Penyelamatan Nyawa yang berisi panduan praktis dan mudah dipahami oleh masyarakat. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat desa dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek kesehatan dan kesejahteraan.
Penulis:





