Aloe vera, atau yang lebih dikenal sebagai lidah buaya, adalah salah satu tanaman yang mudah dijumpai di Indonesia. Aloe vera memiliki fungsi sebagai pelembap yang dapat menguatkan sawar kulit. Fungsi sawar kulit atau skin barrier yang baik dapat melindungi kita dari paparan bahan iritan atau alergen sehingga menurunkan risiko terhadap masalah kulit seperti dermatitis kontak. Aloe vera mengandung zat mukopolisakarida dan bermacam-macam zat lainnya yang dapat mempertahankan kelembapan pada kulit.
Penggunaan pelembap dalam pencegahan masalah kulit yang disebabkan oleh paparan zat di tempat kerja, yaitu Dermatitis Kontak Akibat Kerja (DKAK), juga merupakan hal yang penting. Salah satu pekerjaan yang sangat dekat dengan penggunaan bahan iritan atau alergen yang dapat menyebabkan DKAK adalah pembatik. Proses pembuatan kain batik dibagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama adalah proses menggambar pola di kain menggunakan canting dan lilin/malam, selanjutnya adalah pewarnaan dengan pewarna alami maupun sintetis, dan yang terakhir adalah pengeringan. Ketiga proses ini dapat dilakukan berulang-ulang sesuai dengan motif batik yang dibuat.
Lilin/malam, zat pewarna, zat pelarut, dan zat lainnya yang dipakai dalam proses pembuatan batik dapat menjadi iritan atau alergen yang dapat menimbulkan masalah pada kulit yang terpapar zat tersebut. Paparan zat yang dipakai dalam proses pembuatan batik dapat merusak fungsi sawar kulit dan menyebabkan peradangan pada kulit. Dalam sebuah studi, didapatkan bahwa DKAK adalah masalah kulit akibat kerja terbanyak yang ditemukan pada pembatik di Jogjakarta.
Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya DKAK adalah penggunaan pelembap. Saat fungsi sawar kulit terganggu, kandungan air dalam lapisan kulit akan menurun. Pelembap akan meningkatkan meningkatkan kandungan air dalam lapisan kulit dan menjaga kelembapan kulit sehingga meningkatkan fungsi sawar kulit. Dengan meningkatnya fungsi sawar kulit dapat mencegah kita dari paparan zat yang menyebabkan iritasi atau alergi. Selain itu, penggunaan pelembap dapat meningkatkan kelembutan kulit dan memperbaiki tampilan kulit itu sendiri.
Pada penelitian penggunaan aloe vera sebagai pelembap pada pembatik, didapatkan bahwa terjadi peningkatan fungsi sawar kulit yang bermakna setelah pemberian pelembap aloe vera selama 4 minggu. Fungsi sawar kulit dapat dinilai dengan mengukur tingkat air yang hilang dari kulit, tingkat kelembapan stratum korneum (lapisan terluar kulit), dan tingkat keasaman (pH) kulit. Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa penggunaan pelembap aloe vera dan seramid selama 2 minggu dapat mengurangi tingkat air yang hilang dari kulit dan meningkatkan kelembapan kulit.
Tanaman aloe vera dapat digunakan sebagai pelembap pada kulit karena kandungan airnya yang mecapai lebih dari 90%. Selain kandungan airnya yang tinggi, aloe vera mengandung mukopolisakarida, dan berbagai macam asam amino, lipid, sterol, serta vitamin yang baik untuk kulit. Aloe vera dapat meningkatkan kelembapan kulit dengan mekanisme humektan, yaitu dengan menyerap partikel air dari lingkungan ke kulit dan dari lapisan kulit terluar ke lapisan kulit yang lebih dalam.
Salah satu bahan yang sering digunakan dalam pelembap adalah seramid. Seramid merupakan zat yang dapat ditemukan pada struktur sawar kulit bersama dengan asam lemak dan kolesterol, untuk itu seramid dalam pelembap bekerja dengan mekanisme emolien, yaitu mengisi struktur sawar kulit. Penggunaan pelembap seramid telah terbukti dapat meningkatkan kelembapan kulit. Penambahan aloe vera dalam krim pelembap dapat meningkatkan efek perbaikan yang lebih baik pada fungsi sawar kulit. Mekanisme humektan pada aloe vera dapat melengkapi mekanisme emolien pada seramid dalam menjaga kelembapan kulit dan meningkatkan fungsi sawar kulit. Dengan fungsi sawar kulit yang baik, kulit akan terlindung dari paparan bahan yang dapat menyebabkan masalah pada kulit, khususnya pada pekerjaan yang rentan akan paparan bahan iritan atau alergen seperti pembatik.
Penulis : Prof.Dr.Cita Rosita Sigit Prakoeswa,dr.,Sp.KK(K)
Informasi detail dari tulisan ini dapat dilihat pada artikel kami di :
The beneficial effect of Aloe vera in skin barrier function improvement: A double-blind randomized trial of Madurese batik craftswomen
Menul Ayu Umborowati, Sylvia Anggraeni, Damayanti, Cita Rosita Sigit Prakoeswa





