51动漫

51动漫 Official Website

Manfaat Estregole untuk Menjaga Kesehatan Hewan dan Meningkatkan Performa Produksinya

Minyak esensial adalah zat kompleks dengan aroma yang kuat dan mudah menguap. Terpen, bahan kimia pengoksidasi, dan senyawa lemak dalam minyak esensial mempengaruhi kualitasnya, yang banyak digunakan dalam makanan, parfum, kosmetik, pestisida, herbisida, ramuan tradisional sebagai obat penenang, diuretik, ekspektoran, dan pencernaan . Estragole adalah salah satu jenis eter terpenoid yang relatif tidak beracun dan memiliki berbagai aplikasi untuk aromaterapi dan pengobatan dibandingkan dengan minyak esensial lainnya.

Selain itu, Estragole adalah turunan eugenol yang banyak digunakan melalui jalur sintesis kimia untuk obat alternatif baru. Estragole merupakan monoterpen yang diekstraksi dari bahan alami seperti basil, bunga adas, adas manis, dan adas biasa. Selain itu, kondisi lingkungan tanaman, waktu panen, penyimpanan, dan ekstraksi memengaruhi jumlah estragole yang diperoleh, dan Estragole menunjukkan aktivitas anestesi, penenang, antimikroba, antioksidan, antikonvulsan, dan aktivitas fagositik makrofag dan leukosit. Penelitian tentang Estragole telah dilakukan sebelumnya. Namun, dalam penelitian, perlu dibedakan antara Estragole sebagai satu zat atau dalam bentuk ekstrak herbal kompleks, terutama dalam pemanfaatannya sebagai bahan kosmetik dan obat untuk manusia maupun hewan. Di dunia peternakan, Esragole mulai banyak diteliti oleh ilmuwan sebagai bahan tambahan pakan yang berpotensi untuk menjaga kesehatan hewan dan meningkatkan produktivitasnya.

Selama pertumbuhan hewan, suplementasi estragol dapat meningkatkan berat badan. Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa penambahan ekstrak daun Ocimum gratissimum yang mengandung estragol dalam pakan ayam broiler terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan, menjaga kestabilan komponen darah, dan mengurangi mikroorganisme berbahaya di usus yang dapat merangsang peradangan pada ayam broiler siap panen. Selain itu, eksperimen terdahulu juga melaporkan bahwa, ayam broiler yang diberi ekstrak basil (0,1, 5, dan 20 g / Kg berat badan) selama 39 hari, menunjukkan bahwa berat badan (BB) meningkat secara signifikan. Selain itu, suplementasi biji dan daun basil (0,8% estragol dalam tanaman obat) dapat meningkatkan asupan pakan (FI), efisiensi pakan, dan pertambahan rata-rata harian (ADG) (28-30). Peningkatan FRC pada pakan berbasis herbal disebabkan oleh peningkatan pencernaan protein di usus kecil. Sementara itu, suplementasi dengan daun basil kering dapat meningkatkan bobot relatif organ ayam broiler seperti hati, ambing, dan jantung. Pada domba, suplementasi produk sampingan adas yang mengandung Estragol 6% (9,79g / 100g) dapat meningkatkan FCR dan ADG.

Selain itu, pada kelinci, pemberian adas (3,5-12,0% estragol dalam minyak atsiri) dapat meningkatkan kecernaan nutrisi, nilai nutrisi, ADG, FCR, dan produksi enzim antioksidan. Estragol juga menunjukkan efek anti-stres dalam kondisi cekaman panas di daerah tropis. Suplementasi Estragol pada tikus dengan dosis 50-200 mg / kg berat badan meningkatkan VMA urin dan ekskresi asam askorbat. Tingkat VMA dan asam askorbat pada mencit dapat digunakan untuk menilai aktivitas anti-stres. Oleh karena itu, Estragol dapat berfungsi sebagai agen anti-stres. Namun, studi oleh Riyazi et al. mengindikasikan bahwa suplementasi dengan O. gratissimum dalam diet starter dan grower (200, 400, dan 600 ppm) ayam broiler tidak berpengaruh signifikan pada FI, ADG, dan FCR. Sementara itu, eksperimen lain juga menunjukkan bahwa 3 g / kg bacillus sp. dalam pakan tidak mempengaruhi kualitas daging dan anatomi organ dalam. Selain itu, efek suplementasi biji adas (F. Vulgare Mill.) (1,5-5,0% estragol dalam minyak atsiri) pada kinerja produksi burung puyuh Jepang (Coturnix japonica).

Oleh: Herinda Pertiwi

Link Artikel:

AKSES CEPAT