51动漫

51动漫 Official Website

Manfaatkan Sisik Ikan Mujair Jadi Bioplastik, Mahasiswa UNAIR Lolos Pendanaan PKM Kemdikbud-Ristek

UNAIR NEWS – Mahasiswa 51动漫 berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemdikbudristek berkat inovasi bioplastik dengan memanfaatkan sisik ikan mujair. Mereka adalah Hamdani Ahmad Dzulqornain, Muhammad Faudzil Adhim, Savitri Shabira Dewanthy, Miftahur Raifah, dan Riza Nurmalita dari tim Biochitochromis prodi S1 Teknologi Hasil Perikanan 51动漫.

Inovasi itu berawal dari isu mengenai sampah plastik yang cukup menjadi permasalahan beberapa tahun belakangan ini di Indonesia.

淒ari banyaknya solusi mengenai sampah plastik yang dapat kami pikirkan, terdapat sebuah solusi yang menarik minat kami yaitu menggunakan bioplastik, tutur Hamdani Ahmad Dzulqornain pada wawancara Kamis (24/8/2023).

Manfaatkan Sisik Ikan Mujair

Bioplastik yang mereka cetuskan berbahan dasar pati jagung dengan tambahan gliserol dan kitosan. Gliserol sendiri merupakan bahan tambahan yang berfungsi sebagai pemlastis untuk meningkatkan elastisitas bioplastik. Sedangkan, kitosan adalah senyawa pada sisik ikan mujair yang diperoleh dari beberapa proses serta berfungsi agar bioplastik tidak mudah putus.

淜ami memilih ikan mujair (Oreochromis mossambicus) karena ketersediaannya yang melimpah di mana mereka cenderung bersifat invasif dan mudah berkembang biak. Selain itu, peminat ikan mujair lebih sedikit dan harganya juga lebih murah sehingga dapat menekan angka produksi kami, terang Hamdani.

Di bawah bimbingan Dr Eng Sapto Andriyono SPi MT, kelima mahasiswa angkatan 2020 ini mulai mengembangkan produk bioplastik mereka mulai dari pembuatan kitosan hingga produk bioplastik itu sendiri.

淧embuatan bioplastik mulai dari pencampuran seluruh bahan seperti pati jagung, aquades, gliserol, dan kitosan hingga homogen kemudian dilakukan pencetakan dan ditunggu hingga kering setelah dimasukan oven, papar Hamdani.

Guna mengetahui ketahanan produk bioplastik, mereka melakukan beberapa uji laboratorium yang meliputi uji mekanik dan uji morfologi.

淯ji mekanik terdiri dari uji kuat tarik dan elongasi, tahan air, ketebalan, serta biodegradasi. Sedangkan, uji morfologi terdiri dari uji FTIR dan SEM, tutur Hamdani.

Pengembangan produk bioplastik ini Hamdani dan rekan-rekannya akui tidaklah mudah. Mereka mengaku kesulitan saat harus menyaring serbuk sisik ikan dari air. 淪empat kesulitan menyaring serbuk sisik ikan dari air. Kami mencari cara lain dengan menyaring menggunakan kertas saring ukuran kecil sehingga membutuhkan waktu yang lama, akunya.

Walaupun dengan berbagai kesulitan yang dihadapi, mereka berharap agar penelitian ini dapat memiliki hasil yang baik dan dapat membantu mengatasi permasalahan atas penggunaan plastik di masa depan. Mereka juga berharap agar mendapat kelancaran di ajang PIMNAS mendatang serta dapat mengharumkan nama almamater. (*)

Penulis: Agnes Ikandani

Editor: Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT