UNAIR NEWS “ Demi mencegah dan memutus rantai penyalahgunaan NAPZA dan kenakalan remaja di wilayah Desa Durenan, tim mahasiswa program 51¶¯Âþ (UNAIR) dengan program Kampus Berdampak menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) kepada siswa-siswi SMP Negeri 2 Gemarang, Kabupaten Madiun, Rabu (21/1/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada pelajar tingkat sekolah menengah pertama mengenai bahaya NAPZA serta dampaknya terhadap kesehatan otak dan perilaku remaja yang rentan terhadap pengaruh lingkungan dan pergaulan.
Kasus Penyalahgunaan NAPZA di Desa Durenan
Berdasarkan hasil koordinasi mahasiswa BBK 7 UNAIR dengan Kepala Desa Durenan, Bapak Purnomo, diketahui bahwa permasalahan yang saat ini memerlukan perhatian khusus di Desa Durenan adalah meningkatnya kenakalan remaja, termasuk kasus penyalahgunaan NAPZA pada anak-anak usia sekolah. Kondisi tersebut menjadi latar belakang dilaksanakannya sosialisasi pencegahan NAPZA di lingkungan pendidikan.
Sosialisasi dengan Pendekatan Interaktif
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa BBK 7 UNAIR menyampaikan materi mengenai pengertian NAPZA, jenis-jenis NAPZA, serta pengaruhnya terhadap tubuh dan perilaku. Materi juga menyoroti perubahan perilaku yang dapat muncul akibat penyalahgunaan NAPZA, seperti gangguan emosi, menurunnya kontrol diri, serta terganggunya hubungan sosial.
Sosialisasi dilaksanakan dengan metode interaktif melalui penyampaian materi dua arah, diskusi, serta pendekatan drama sebagai contoh konkret. Metode ini bertujuan meningkatkan fokus dan partisipasi aktif siswa sehingga materi dapat dipahami dengan lebih baik.
Prizma, salah satu anggota tim BBK 7 UNAIR sekaligus pemateri menyampaikan bahwa pendekatan interaktif dipilih agar siswa tidak hanya menerima informasi secara satu arah, tetapi juga mampu mengenali risiko penyalahgunaan NAPZA di lingkungan sekitar dengan cara yang lebih mudah dipahami.
œAnak-anak SMPN 2 Gemarang terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Penyampaian materi melalui metode drama membantu mereka memahami bahaya NAPZA melalui gambaran visual yang sederhana, ujar Alief, selaku salah satu pemateri sekaligus penanggung jawab kegiatan.
Kepala SMP Negeri 2 Gemarang, Ibu Mubarokatul Afandiah, S.Pd menyambut positif pelaksanaan sosialisasi tersebut dan menilai kegiatan ini penting sebagai upaya membekali siswa dengan pengetahuan serta sikap waspada terhadap bahaya NAPZA sejak dini.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa BBK 7 UNAIR berharap siswa-siswi SMP Negeri 2 Gemarang dapat meningkatkan kesadaran akan bahaya penyalahgunaan NAPZA serta mampu mengambil sikap tegas untuk menolak NAPZA demi menjaga kesehatan dan masa depan mereka. Kegiatan ini juga sejalan dengan , khususnya SDGs ke-3 tentang kesehatan dan SDGs ke-4 tentang peningkatan kualitas pendidikan dalam rangka upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
Penulis : Alief Syarochman Sutrisno (Ketua BBK 7 Unair Desa Durenan)





