51动漫

51动漫 Official Website

Masih Relevankah Perbaikan Sanitasi untuk Mencegah Kejadian Stunting di Masa Pandemi COVID-19?

Foto oleh iAgua

Stunting menjadi masalah yang perlu dibenahi di Indonesia karena prevalensinya yang masih tinggi. Berdasarkan hasil integrasi Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) dan Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada Maret 2019, prevalensi stunting mencapai angka 27,7%. Angka tersebut menunjukan penurunan dari tahun 2018, yakni sebanyak 3,1%. Meskipun terjadi penurunan, angka tersebut belum sesuai dengan standar kategori prevalensi stunting menurut WHO.

Awal tahun 2020 dunia dihadapkan pada wabah COVID-19. Hadirnya pandemi COVID-19 menjadi tantangan bagi sektor kesehatan. Prevalensi stunting tahun 2020 menunjukkan angka sebesar 27,67%. Sedangkan di tahun 2021 prevalensi stunting menurun menjadi 24,4%. Selama pandemi COVID-19, prevalensi stunting memang menunjukan penurunan namun hal tersebut masih belum sesuai standar WHO. Perlu dilakukan langkah intervensi yang efektif dan efi sien untuk mendorong penurunan angka stunting di Indonesia.

Terdapat dua jenis intervensi upaya penurunan stunting, yakni intervensi gizi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung dan intervensi gizi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung. Intervensi gizi spesifik meliputi kurangnya asupan makanan dan gizi serta penyakit infeksi. Intervensi gizi spesifik mengarah pada intervensi perorangan. Sedangkan intervensi gizi sensitif menyasar pada kelompok masyarakat. Hal ini meliputi peningkatan akses pangan bergizi, peningkatan kesadaran, komitmen dan praktik pengasuhan gizi ibu dan anak, peningkatan penyediaan air bersih, air minum, dan sarana sanitasi.

Ketersediaan sarana sanitasi merupakan salah satu intervensi yang dapat menurunkan kejadian stunting. Hal tersebut didukung dengan hasil penelitian Lobo (2019) yang menunjukkan bahwa sanitasi lingkungan dan praktik kebersihan merupakan faktor penentu kejadian stunting. Berdasarkan Salamah (2021), sanitasi mempunyai hubungan bermakna dengan kejadian stunting. Hasil penelitian tersebut juga menunjukan bahwa stunting 7,743 kali lebih besar terjadi pada responden dengan fasilitas sanitasi yang tidak memadai. Penelitian lain menunjukkan bahwa sanitasi lingkungan memiliki hubungan dengan kejadian stunting dengan indikator sumber air minum, jamban sehat, saluran pembuangan air limbah, dan sarana pembuangan sampah.

Interpretasi hasil meta-analisis dapat diketahui melalui forest plot dimana menunjukan intervensi perbaikan sanitasi untuk mencegah kejadian stunting pandemi COVID-19 di Indonesia menunjukan nilai effect size sangat bervariasi yakni mulai 0,07 hingga 23,95. Selain itu, hasil juga

menunjukan bahwa nilai overall odds ratio sebesar 1,31. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa fasilitas sanitasi meningkatkan dampak positif sebesar 1,31 kali terhadap pencegahan kejadian stunting selama masa pandemi COVID-19.

Hasil temuan meta analisis ini sejalan dengan penelitian Maliga yang menjelaskan bahwa indeks risiko sanitasi memiliki pengaruh dengan kejadian stunting. Penelitian oleh Cameron et al (2020) juga mengatakan bahwa ketersediaan fasilitas sanitasi berdampak sebagai pendorong pertumbuhan dan perkembangan anak dalam mencegah stunting di Indonesia. Sanitasi dan lingkungan rumah tangga yang lebih baik menunjukan hubungan negative terhadap kejadian stunting, artinya perbaikan kualitas sanitasi mampu mencegah kejadian stunting.

Dengan demikian peningkatan fasilitas sanitasi memiliki dampak positif terhadap pencegahan kejadian stunting selama masa pandemi COVID-19. Semua pihak dapat berperan aktif utk meningkatkan pengetahuan serta sarana sanitasi sehingga dapat mencegah terjadinya stunting pada balita.

Penulis : Dominikus Raditya Atmaka, S.Gz., M.PH.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Nabila Mutia Rahma, Dominikus Raditya Atmaka, Anisa Lailatul Fitria, Azizah Ajeng Pratiwi, Qonita Rachmah, Alifah Nurria Nastiti, Asri Meidyah Agustin, Lilis Sulistyorini. (2022). Relevansi Intervensi Perbaikan Sanitasi Untuk Mencegah Kejadian Stunting Masa Pandemi Covid-19 Di Indonesia: Meta Analisis. Media Gizi Indonesia, SP(1): 39-46.

AKSES CEPAT