51动漫

51动漫 Official Website

Masuki Ramadan, Ekonom UNAIR Ingatkan Masyarakat Atur Keuangan

Foto by Sribuu

UNAIR NEWS Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, Ramadan menjadi salah satu momen yang dinantikan oleh masyarakat. Selain tempat ibadah, pasar menjadi salah satu tempat yang ramai ketika Ramadan tiba. Banyak masyarakat berbondong-bondong berbelanja untuk ibadah hingga puncaknya di hari raya nanti.

Kepada UNAIR NEWS (26/3/2023), Ekonom 51动漫 (UNAIR), Shochrul Rohmatul Ajija SE MEc, mengatakan bahwa masyarakat harus mampu mengatur keuangannya, terutama saat Ramadan. Menurutnya, selain dorongan untuk bersedekah, keinginan membeli sesuatu yang didasarkan sifat konsumtif pun menjadi tinggi.

淪elama masih dalam proporsi yang baik dan on-budget sebenarnya tidak apa-apa. Mungkin selama satu tahun kebelakang kita mencoba banyak saving dan meredam konsumsi, selama Ramadan tidak apa-apa dikeluarin, ujarnya.

Ekonom 51动漫 (UNAIR), Shochrul Rohmatul Ajija SE MEc. (Foto: Istimewa)

Ia menuturkan, masyarakat harus mampu mengatur keuangan rumah tangga, setidaknya dalam empat bagian. Diantaranya, sepuluh persen untuk sedekah, tiga puluh persen untuk konsumsi, tiga puluh persen untuk kewajiban seperti ansuran yang wajib dibayar, dan tiga puluh persen sisanya untuk dana jaga-jaga, tabungan, dan investasi

淵ang Bahaya adalah orang yang family financial planning-nya udah salah. Konsumsinya sudah lebih dan tidak punya saving bahkan minus, kemudian di Ramadan berseliweran di media sosial, promosi. Akhirnya spending lebih banyak lagi, tambah dosen Departemen Ekonomi Pembangunan tersebut.

Menurutnya, dalam beberapa hal, sedekah pun harus dalam perhitungan. Jangan sampai akhirnya mengorbankan pengeluaran yang primer, karena sedekah paling utama ialah kepada keluarga. Artinya, dalam sektor terkecil seperti keluarga, pengaturan atas keuangan harus tetap dilakukan.

淚badah itu direncanakan, ibadah harus masuk dalam rencana pembagian income kita, ya. Biar kita ada persiapan. mau Ramadan, niatnya apa, oh saya mau sedekah sekian sehingga kita sudah persiapannya sebelas bulan kemarin, ucapnya.

Dalam tuturannya pun ia berpesan untuk meniatkan setiap pengeluaran untuk sedekah. Karena, hal tersebut juga akan berkontribusi dalam peningkatan ekonomi, terutama ketika kita membeli kepada pedagang ultra mikro.

淯ntuk kita yang masih minus, hati-hati. Sedekah tidak harus dengan harta. Sedekah itu banyak caranya, dengan kita berbuat baik, berbisnis yang jujur, itu bagian dari sedekah, tutupnya. (*)

Penulis: Afrizal Naufal Ghani

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT