UNAIR NEWS – Bayi memang lebih rentan mengalami keluhan kesehatan ketimbang anak yang sudah beranjak dewasa. Ada banyak gejala penyakit pada bayi yang cukup mudah dikenali, salah satunya mata bayi yang terus berair.
Mata berair atau banyaknya air mata yang keluar pada bayi bisa jadi merupakan tanda penyumbatan saluran yang dapat menjadi sumber infeksi pada mata apabila dibiarkan. Oleh karena itu Dokter UNAIR TV (25/6) menghadirkan dr Sutjipto Sp M (K) untuk membahas hal itu.
Di awal pemaparan, dokter Sutjipto menyebut bahwa normalnya bola mata selalu dilapisi oleh air mata. Akan tetapi, dalam kondisi yang berlebihan akan sangat mengganggu terutama pada bayi.
淎da dua penyebab utama yang mengakibatkan mata berair pada bayi. Pertama produksi yang berlebih dan kedua adalah saluran air mata tersumbat, ujar dokter Sutjipto.
Dokter Sutjipto menyebut bayi mungkin mengalami penyumbatan saluran air mata yang menyebabkan mata berair. Kondisi ini cukup umum terjadi pada bayi. Saluran air mata yang tersumbat terjadi ketika air mata tidak dapat bergerak dari sudut kelopak mata ke saluran yang melapisi hidung.
淯sia 0 sampai 1 bulan, 60-70% pada saat bayi lahir saluran tersebut masih buntu.Tapi jangan khawatir, kondisi ini akan sembuh dengan sendirinya, ujar dokter Sutjipto.
Mata berair pada bayi, sambungnya, juga bisa disebabkan oleh . Misalnya, alergi terhadap debu, kotoran, atau bulu yang ada di sekitar rumah. Selain menyebabkan mata jadi berair, alergi juga bisa membuat anak merasa tidak nyaman. Kondisi lebih lanjut bisa saja terjadi infeksi.
淪alah satu infeksi pada mata yang sering dialami banyak orang termasuk bayi adalah . Kondisi ini bisa terjadi ketika ada infeksi virus atau bakteri masuk ke mata dan menyebabkan mata jadi berwarna merah, berair, bengkak, dan nyeri, ujar dokter Sutjipto.
Lebih lanjut, dokter Sutjipto menjelaskan bahwa mata berair pada bayi bisa sembuh dengan sendirinya. Tapi, jika mata berair disebabkan karena infeksi, iritasi, dan alergi yang menyebabkan mata bengkak dan merah, maka butuh penanganan dokter.
淪aluran air mata yang tersumbat terkadang dapat terinfeksi dan mungkin memerlukan antibiotik atas rekomendasi dokter untuk mengobatinya, jelas dokter Sutjipto.
Selain itu, menurut dokter Sutjipto, memijat atau menekan dengan lembut bagian bawah mata dan hidung bayi juga bisa membantu mengatasi air mata tersumbat. 淛ika penyumbatan saluran air mata tidak sembuh dengan sendirinya, maka bayi butuh perawatan medis yang lebih baik, pungkasnya. (*)
Penulis: Muhammad Suryadiningrat
Editor: Nuri Hermawan





