51动漫

51动漫 Official Website

Mekanisme Osteogenesis Soket Tulang Alveolar Setelah Pemberian Hydroxyapatite Bovine Tooth Graft

Foto by Bukalapak

Bedah endodontik merupakan bagian dari bidang endodontik yang melakukan prosedur tindakan hemiseksi yaitu pencabutan sebagian akar gigi bersama sebagian mahkota gigi. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kehilangan gigi terutama gigi posterior akibat adanya lesi pada pulpa, bifurkasi maupun pada jaringan periradikular yang telah mengalami kegagalan perawatan saluran akar. Tindakan tersebut melibatkan soket tulang alveolar yang akan memberikan dampak defek pada tulang alveolar beserta sekitar jaringan periradikular gigi. Rekonstruksi defek tulang masih menjadi tantangan di bidang bedah endodontik, karena proses penyembuhan sering mengalami hambatan dan salah satu prosedur pemeliharaan soket gigi adalah meletakkan material bone graft sesegera mungkin setelah pencabutan gigi.Peneliti ingin meneliti penggunaan gigi sapi sebagai bahan bone graft untuk kepentingan terapi bone regenerative endodontik pada penyembuhan luka bekas cabutan gigi. Bahan bone graft dari gigi sapiini dikenal sebagai Hydroxyapatite Bovine Tooth graft (HAp-BTG).

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mekanisme dan percepatan osteogenesis soket tulang alveolar gigi tikus Rattus novergicus strain Wistar setelah pemberian bubuk graft gigi sapi HAp-BTG pada hari ke-3, 7, 14, 21, dan 28 melalui pengamatan parameter penyembuhan tulang, yakni: OCN (Osteocalcin), BMP2 (Bone Morphogenic Protein-2), OSX (Osterix), RUNX-2 (Runt-related transcription factor-2),  osteoblas, dan osteoklas.

Penelitian ini menggunakan 50 ekor tikus Wistar dibagi menjadi 2 kelompok secara acak, kontrol dan perlakuan, dan menjadi 5 sub kelompok, hari ke-3, 7, 14, 21 dan 28. Gigi insisivus kiri bawah tikus Wistar diekstraksi. Soket pasca ekstraksi diisi dengan PEG (Polyethylen glycol) sebagai kelompok kontrol dan PEG+HAp-BTG sebagai kelompok perlakuan. Pada hari ke-3, 7, 14, 21 dan 28, tikus Wistar dikorbankan dan diambil mandibulanya, dibuat blok paraffin, dipotong tebal 3 mikron, menjadi sediaan gelas untuk pemeriksaan mikroskopis.  Pemeriksaan variabel dilakukan dengan pengecatan HE (Hematoksilin-Eosin) untuk sel osteoblas dan osteoklas diamati menggunakan mikroskop dengan perbesaran 400x dan imunohistokimia untuk OCN, BMP2, OSX dan RUNX-2. Penghitungan sel dengan mikroskop cahaya pembesaran 1000x.  Analisis menggunakan SPSS versi 26

Hasil penelitian dapat disimpulkan: bahwa pemberian HAp-BTG ke dalam soket tulang alveolaris pada hari ke 7, 14, 21 dan 28 pada soket tulang alveolar gigi tikus Wistar dapat meningkatkan ekspresi BMP-2, RUNX-2, OSX, OCN, jumlah osteoblas dan menurunkan jumlah osteoklas. Mekanisme osteogenesis soket tulang alveolar gigi tikus Wistar terjadi setelah pemberian HAp-BTG pada hari ke 7, 14, 21 dan 28 melalui ekspresi BMP-2, RUNX- 2, OSX, OCN, jumlah osteoblast dan osteoklas.

Penulis: Nanik Zubaidah, Dian Dwi Pratiwi, Maria Margaretha S. Nogo Masa, Ernie Maduratna Setiawatie,  Sri Kunarti

Judul: The Osteogenesis Mechanisms of Dental Alveolar Bone Socket Post Induction with Hydroxyapatite Bovine Tooth Graft: An Animal Experimental in Rattus norvegicus Strain Wistar

European Journal of Dentistry 漏 2022. The Author(s) 漏 2022. The Author(s). Osteogenesis Mechanisms of Dental Alveolar Bone Socket Post Induction with Hydroxyapatite Bovine Tooth Graft Zubaidah et al.

This is an open access article published by Thieme under the terms of the Creative Commons Attribution License, permitting unrestricted use, distribution, and reproduction so long as the original work is properly cited. (https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/) Thieme Medical and Scientific Publishers Pvt. Ltd., A-12, 2nd Floor, Sector 2, Noida-201301 UP, India

AKSES CEPAT