Influenza tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat utama di Asia Tenggara akibat sirkulasi virus sepanjang tahun, kepadatan penduduk, dan kerentanan sistem kesehatan. Vaksinasi influenza terbukti efektif dalam menurunkan morbiditas, mortalitas, serta beban layanan kesehatan, terutama pada kelompok berisiko tinggi seperti ibu hamil, lanjut usia, anak kecil, individu imunokompromais, dan tenaga kesehatan. Karakteristik epidemiologi di wilayah tropis menuntut strategi vaksinasi yang adaptif, termasuk penentuan waktu imunisasi yang selaras dengan pola sirkulasi lokal, pemilihan formulasi vaksin yang tepat, serta pemanfaatan teknologi vaksin yang lebih imunogenik. Hambatan berupa keterbatasan logistik, pendanaan, infrastruktur, dan rendahnya kesadaran masyarakat masih menjadi faktor utama rendahnya cakupan vaksinasi. Oleh karena itu, penguatan surveilans regional, perluasan akses vaksin yang terjangkau, edukasi publik yang berkelanjutan, dan integrasi vaksinasi influenza ke dalam program kesehatan nasional menjadi langkah kunci untuk meningkatkan ketahanan kawasan terhadap influenza musiman maupun potensi pandemi di masa depan.
Penulis: Dr. dr. Deasy Fetarayani, Sp.PD, K-AI, FINASIM
Informasi lebih lengkap dari tinjauan pustaka ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Fighting the flu in the tropics: The role of influenza vaccination in Southeast Asia
Henry Sutanto, Alief Waitupu, Galih Januar Adytia, and Deasy Fetarayani





