UNAIR NEWS Berbagai tradisi bakal menyambut mahasiswa baru saat memasuki fakultas masing-masing. Fakultas Ilmu Budaya (FIB) 51动漫, salah satunya. Kegiatan tersebut biasa disebut dengan nama Bradanaya.
Bradanaya alias Bersatu dalam Wahana Budaya merupakan sebuah agenda tahunan semacam kaderisasi dari Kementerian Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB UNAIR. Sebagai bentuk kaderisasi, Bradanaya mempunyai serangkaian kegiatan yang dimulai pada 8 Agustus sampai 11 agustus 2018. Khususunya ditujukan untuk menyambut serta tahap pengenalan mahasiswa baru FIB UNAIR.
Pada tahun ini, panitia Bradanaya FIB UNAIR mengangkat tema 滽arsa Budaya. Tema itu diambil, , menurut Ketua Bradanaya 2018 Yoga, sebagai cara menanggulangi radikalisme di 51动漫, khususnya FIB UNAIR. Sebab, karsa bermakan berkehendak, keinginan untuk berpegang pada nilai-nilai kebudayaan.
滻ni (tema karsa budaya, Red) merupakan berkesinambungan dari materi universitas tentang deradikalisasi. Dari panitia, karsa budaya, niat berbudaya, cara untuk menanggulangi radikal yang salah. Harapannya, mahasiswa FIB bisa memunculkan niat budaya setiap individu, kata mahasiswa bahasa dan sastra Inggris tersebut.
Yoga menambahkan, selain sebagai niat berbudaya, 漦arsa budaya berusaha menetralisasi masalah radikalisme dan terorisme. Khususnya didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan dalam UUD 1945, Pancasila, Wawasan Nusantara, dan Bhineka Tunggal Ika.
Pra-Bradanaya
Sebelum masuk acara inti, digelar Pra-Bradanaya pada Minggu (8/8). Pra-Bradanaya digelar sebagai bentuk pengenalan sekaligus pembekalan kepada mahasiswa baru FIB UNAIR.
Streering Comitte Bradanaya Tita mengungkapkan, Pra-Bradanaya adalah acara sebelum eksekusi Bradanaya selama tiga hari. Jadi, mahasiswa baru dikenalkan kepada panitianya, siapa yang mendampingi (selama) kegiatan, perkenalan antar-mahasiswa baru. Termasuk pembekalan apa saja yang dibawa.
漇upaya nanti tidak kaget. Dan, yang paling penting mereka (mahasiswa baru, Red) yang sebelumnya tidak bangga FIB menjadi bangga FIB, tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, juga dijelaskan mengenai tugas pembuatan esai yang meliputi tiga hal. Yakni, sikap nasionalisme terhadap NKRI, implementasi sikap nilai-nilai pancasila, dan ancaman radikalisme terhadap Bhineka Tunggal Ika.
Menurut Tita, tugas esai untuk mahasiswa itu merupakan bentuk turunan dari SK Dikti kepada rektorat dan dekanat. Lalu, hal tersebut dijabarkan panitia soal radikalisme dalam sudut pandang budaya.
漇ebab, kita FIB. Terlebih, temanya Karsa Budaya. Kita mencoba angkat pola pikir mereka (Mahasiswa Baru, Red) lewat pembuatan esai dan dilanjutkan diskusi kritis, tambahnya.
Selain difokuskan pada diskusi bertema kebangsaan, Bradanaya turut memberikan pengetahuan soal organisasi kemahasiswaan (ormawa) di FIB UNAIR. Yakni, memberikan gambaran soal organisasi seperti apa yang kelak para mahasiswa pilih. Khususnya sebagai media pengembangan soft skill mereka.
Display ormawa menjadi medium antara mahasiswa baru dan teman-teman organisasi. Ormawa kami libatkan supaya turut andil dalam Bradanaya. Tujuannya, minat mahasiswa baru terwadahi. Dan, ormawa pun bisa merangkul minat-minat dari mereka, sebut Ketua BEM FIB UNAIR Yunaz. (*)
Penulis: Fariz Ilham Rosyidi
Editor: Feri Fenoria Rifa檌





