n

51动漫

51动漫 Official Website

Memahami Makna Ramadan Ala Ketua BEM FEB

ketua bem
Fajar Pratomo Ketua BEM FEB UNAIR. (Foto: Siti Nur Umami)

UNAIR NEWS Bagi Fajar Pratomo, bulan puasa bukan menjadi alasan untuk meninggalkan urusan dunia. Namun bulan puasa justru menjadi momen untuk semakin berbenah diri dan menyadari langkah-langkah ke depan.

Kepada UNAIR NEWS, Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 51动漫 ini menyuarakan agar dalam bulan ramadan, segala sesuatu diniatkan untuk ibadah. Dalam menjalani aktivitas sehari-hari, bulan ramadan tidak berbeda jauh dengan bulan-bulan biasa.

Puasa tahun ini cukup berbeda bagi Fajar. Pasalnya, ia mengemban amanah baru yang tentunya cukup berat. Mahasiswa Prodi Akuntansi angkatan tahun 2014 ini memaknai ramadan sebagai momen refeksi diri, terutama dalam melatih kesabaran.

淏ulan ramadan harus lebih sabar dalam menghadapi segala permasalahan. Tidak cukup hanya itu, namun juga memahami kesabaran dan letak permasalahan melalui berbagai sudut pandang, jelas Fajar.

Fajar menyadari, ramadan kali ini tantangan datang silih berganti. Meski bulan ramadan, ia tak lepas tangan dalam memperjuangkan hak-hak mahasiswa. Fajar mengakui, dengan segala kesibukan yang ia jalani, waktu yang ia miliki tercurahkan untuk aktivitas di BEM dan kegiatan mahasiswa. Sedangkan perkuliahan dan keluarga menjadi nomer dua.

Menurut Fajar, terlepas dari itu semua, kerinduan akan bulan ramadan terletak pada sepuluh hari terahir. Ketika segala kegiatan perkuliahan berakhir, ia dapat fokus beribadah. Biasanya, dalam sepuluh hari terakhir ia melakukan iktikaf di Masjid Al-Akbar, Surabaya. Momen inilah yang selalu ia rindukan setiap tahun.

Setelah melewati bulan ramadan nanti, seperti biasa Fajar merayakan Idul Fitri di kampung halaman di Semarang bersama keluarga besar. Momen ini ia manfaatkan untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

淜eluarga saya selalu memahami akan kesibukan saya di BEM. Oleh karna itu, momen lebaran ini adalah lebih pada kegiatan bersama keluarga, tuturnya.

Fajar berharap, untuk lebaran yang tinggal menghitung hari, ia dapat menjadi pribadi yang satu langkah lebih baik, serta senantiasa memahami nilai kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi problematika yang ada. (*)

Penulis : Siti Nur Umami

Editor : Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT