51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

MENDORONG UMKM NAIK KELAS MELALUI DIGITALISASI PEMBAYARAN DI KELURAHAN NGARGOSARI, KECAMATAN KEBOMAS, KABUPATEN GRESIK

MENDORONG UMKM NAIK KELAS MELALUI DIGITALISASI PEMBAYARAN DI KELURAHAN NGARGOSARI, KECAMATAN KEBOMAS, KABUPATEN GRESIK
MENDORONG UMKM NAIK KELAS MELALUI DIGITALISASI PEMBAYARAN DI KELURAHAN NGARGOSARI, KECAMATAN KEBOMAS, KABUPATEN GRESIK

UNARNEWS

  1. Apa kegiatannya?

Kegiatan yang dilaksanakan adalah Digitalisasi UMKM di Kelurahan Ngargosari. Program ini berfokus pada pendampingan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu menggunakan sistem pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Selain pemasangan QRIS, kegiatan juga mencakup edukasi singkat cara penggunaan pembayaran digital, pengecekan transaksi, serta pembuatan poster dan stiker QRIS sebagai media pendukung di tempat usaha.

2. Siapa yang terlibat?

  • Mahasiswa KKN/BBK 51¶¯Âþ (UNAIR) sebagai pelaksana dan pendamping teknis
  • Pelaku UMKM di Kelurahan Ngargosari, dengan total 5 UMKM yang menerima pendampingan pemasangan QRIS
  • bu Fathim (Bunda Fathim), tokoh masyarakat sekaligus guru PAUD yang banyak membantu koordinasi dan dukungan kegiatan
  • Masyarakat/pelanggan UMKM, sebagai penerima manfaat tidak langsung melalui kemudahan pembayaran digital

3. Kapan dan dilaksanakanya ?

Waktu pelaksanaan: 22“24 Januari 2026

Durasi: 3 hari

Lokasi: Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik

Kegiatan dilakukan secara door-to-door, yaitu dengan mendatangi langsung lokasi usaha masing-masing UMKM untuk memastikan pendampingan berjalan optimal dan aplikatif.

4. SDGs/Tujuan apa yang didukung dan bagaimana?

Program Digitalisasi UMKM (pendampingan dan pemasangan QRIS) mendukung beberapa tujuan SDGs utama:

  1. SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) karena memperkuat kapasitas UMKM untuk bertransaksi lebih efisien, meningkatkan produktivitas dan potensi pendapatan lokal.
  2. SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) karena mendorong adopsi teknologi sederhana dan infrastruktur pembayaran digital yang menjadi fondasi inovasi usaha skala mikro.
  3. SDG 10 (Reduced Inequalities) karena memperluas akses layanan keuangan dan platform digital kepada pelaku usaha yang sebelumnya terpinggirkan, dengan demikian membantu mengurangi kesenjangan ekonomi antar pelaku usaha dan bukti menunjukkan digitalisasi layanan keuangan memang meningkatkan inklusi dan akses pembiayaan bagi UMKM.
  4. SDG 12 (Responsible Consumption and Production) secara tidak langsung karena sistem pembayaran digital mendorong pencatatan transaksi yang lebih rapi dan mengurangi kebutuhan penggunaan kas fisik (kertas/uang), sehingga meningkatkan transparansi pengelolaan usaha dan efisiensi sumber daya.

Selain itu, inisiatif QRIS yang difasilitasi oleh Bank Indonesia dipandang sebagai pintu masuk penting bagi UMKM ke ekosistem ekonomi digital, mendukung inklusi ekonomi, memudahkan proses pendaftaran/aktivasi merchant, dan mempercepat adopsi pembayaran non-tunai yang memperkuat semua poin di atas.

5. Harapan ke depan

Diharapkan program ini dapat dikembangkan menjadi inisiatif yang lebih luas dan berkelanjutan, memperluas cakupan ke lebih banyak UMKM di Kelurahan Ngargosari, menyediakan pelatihan lanjutan terkait pencatatan digital dan pengelolaan transaksi. Pembuatan stiker QRIS tahan air segera direalisasikan sehingga media pembayaran menjadi tahan lama dan mudah digunakan. Selain itu diharapkan ada kesinambungan antara pihak kampus, kelurahan, dan para pelaku usaha untuk menjadikan digitalisasi pembayaran sebagai salah satu langkah awal menuju peningkatan kapasitas usaha, keteraturan administrasi usaha, dan keterhubungan UMKM lokal dengan ekosistem ekonomi digital yang lebih luas.

Penulis : Muhamad Imaduddin Firmansyah

AKSES CEPAT