UNAIR NEWS – Kelompok BBK 7 51动漫 di Kelurahan Tlogopojok Kecamatan Kota Gresik Kabupaten Gresik menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi GALOPONIK Galon sebagai Media Akuaponik pada Kamis 22 Januari 2026. Kegiatan ini bertempat di Bank Sampah Bakti Sosial Kelurahan Tlogopojok dan bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah galon bekas sebagai media budidaya ikan dan sayuran yang memiliki nilai ekonomi. Program ini menjadi upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara kreatif dan produktif.
Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh Lurah Kelurahan Tlogopojok Bapak Eko Bambang Wahyu Cahyono Sekretaris Kelurahan Ibu Santi Ketua RT 04 Bapak Nurohim perwakilan TJSL Petrokimia Ibu Angguan dan Ibu Santi serta sekitar 35 peserta yang merupakan perwakilan komunitas MASDARSA dari 19 Bank Sampah di Kelurahan Tlogopojok. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan dukungan kolaborasi antara perguruan tinggi pemerintah kelurahan dunia industri dan masyarakat.

Sosialisasi diawali dengan sambutan dari Bapak Lurah kemudian dilanjutkan pemaparan materi mengenai konsep dasar GALOPONIK meliputi pengertian manfaat dan tujuan penerapan dari aspek lingkungan serta ekonomi. Peserta juga memperoleh penjelasan tahapan pembuatan dan mekanisme kerja sistem. Kegiatan dilanjutkan demonstrasi pembuatan GALOPONIK yang diikuti langsung oleh peserta dengan antusias.

Gambar 3. Penyampaian Materi oleh Anggota BBK 7
Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis tetapi juga terlibat dalam praktik pembuatan GALOPONIK. Hasil praktik dapat dibawa pulang untuk diterapkan di lingkungan masing masing. Peserta juga diberi kesempatan berkonsultasi mengenai perawatan serta kendala yang mungkin dihadapi sehingga mampu menerapkan metode ini secara mandiri.

Gambar 4. Demonstrasi Pembuatan Galoponik Bersama Peserta
Bu Impus selaku Ketua Kader MASDARSA menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa BBK atas kontribusinya dalam menambah wawasan kader bank sampah khususnya terkait budidaya lele dan penanaman sayur menggunakan bahan sederhana. Kegiatan ini selaras dengan SDGs poin 11 Sustainable Cities and Communities karena berkontribusi mengurangi pencemaran lingkungan, meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah berkelanjutan serta membuka peluang ekonomi bagi keluarga dan kelompok usaha kecil setempat.





