51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Mendukung SDG 4, Mahasiswa BBK 7 UNAIR Mengedukasi Warga Sumberbendo untuk Mencegah TBC

Tim BBK 7 UNAIR menyelenggarakan penyuluhan interaktif di rumah Ibu Kamituwo Dusun Kece Desa Sumberbendo
Tim BBK 7 UNAIR menyelenggarakan penyuluhan interaktif di rumah Ibu Kamituwo Dusun Kece Desa Sumberbendo

UNAIR NEWS – Di Desa Sumberbendo, Madiun, Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke “ 7 51¶¯Âþ (UNAIR) tahun 2026 hadir memberikan kontribusi nyata dalam dunia Kesehatan Masyarakat melalui program penyuluhan. Bertempat di rumah Ibu Kamituwo Dusun Kece. Desa Sumberbendo. Inisiatif Tim BBK 7 UNAIR bertujuan untuk meningkarkan literasi Kesehatan serta meluruskan stigma negatif yang selama ini menghantui penyebaran Tuberkolosis (TBC) di tengah masyarakat desa.

Berdasarkan hasil survey awal yang dilakukan oleh Tim BBK 7 pada akhir Desember 2025, warga Desa Sumberbendo masih terlihat ragu dalam menjalani permeriksan medis karena rasa takut dan stigma sosial yang cukup kuat mengenai penyakit yang menular. Untuk menanggapi tantangan tersebut, Tim BBK 7 UNAIR menyelenggarakan penyuluhan interaktif di rumah Ibu Kamituwo Dusun Kece Desa Sumberbendo untuk memberikan edukasi mendalam mengenai penularan TBC melalui udara, pengenalan gejala sejak dini, hingga pengobatan yang benar.

Flourrenza Rahmatika Mumtazah dan Maria Gabriela Arwentya, selaku kedua penanggung jawab program Bidang Kesehatan, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjadi jembatan layanan publik bagi warga setempat. Dimana kedua penanggung jawab bertujuan untuk secara langsung berinteraksi dengan para warga untuk meyakinkan bahwa meskipun TBC merupakan penyakit menular, TBC tetap bisa dihindari dengan melakukan langkah-langkah sederhana dalam menjaga kebersihan sehari-hari.

Selain menyasar warga umum, Tim BBK 7 UNAIR juga membantu Kader Posyandu dalam menjalankan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Madiun. Seperti membagikan masker gratis, cek tensi, layanan kesehatan, serta penyuluhan langsung dari pihak Dinas Kesehatan. Program Bidang Kesehatan ini juga terintegrasi dengan program unggulan desa, yakni pembuatan sabun eco-enzyme (SABUNARI), yang mendukung penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara mandiri. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, perangkata desa, dan Posyandu setempat, diharapkan Desa Sumberbendo dapat menjadi model siaga yang suportid terhadap keseharan publik dan bebas dari diskriminasi penyakir menular.

Penulis: Fandrian Makarim

AKSES CEPAT