UNAIR NEWS – Dalam kehidupan sehari-hari, adakalanya seseorang mengalami stres akibat dihadapkan pada situasi-situasi yang sulit. Pada kondisi seperti inilah dibutuhkan strategi koping yang tepat agar dapat mengatasi stres yang dihadapi.
Salah satu strategi koping untuk menghadapi stres adalah dengan melakukan creative expression. Itulah yang disampaikan oleh Galuh Kikiany S., M.Psi., Psikolog pada gelaran webinar bertajuk Creative Expression as a Great Coping Tool: Bye-bye Stress! pada Sabtu (12/06/2021).
Pada webinar yang diadakan oleh Airlangga Safe Space (ASAP), platform daring kesehatan mental yang berada di bawah Departemen Brading Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Fakultas Psikologi (UNAIR) itu, Kiki banyak menjabarkan mengenai creative expression sebagai salah satu sarana koping dalam menghadapi stres.
Creative expression adalah koping stres yang mengekspresikan emosi melalui media-media yang menciptakan atau menghasilkan energi positif. Kegiatan ini bisa dilakukan dengan media apapun dan dengan cara apapun, tutur Kiki.
淜alau kita ngebahas creative expression, itu lebih kepada gimana kita mengekspresikan emosi dengan media-media yang kita miliki walaupun hanya sekadar kertas, pensil warna, krayon, dan cat air, ungkap psikolog kilinis di iBunda.id.
Media-media tersebut, jelasnya, sudah cukup untuk membantu seseorang untuk mengekspresikan emosi yang sedang dirasakan. 淒engan mengekspresikan emosi, mampu untuk mengurangi emosi negatif dan memunculkan emosi positif, lanjutnya.
Kiki menjelaskan bahwa ada banyak kegiatan yang termasuk dalam creative expression, seperti menari, mendengarkan musik, mendongeng, bercerita, melukis, mewarnai, journaling, staycation, dan berbagai kegiatan menyenangkan lainnya.
Staycation itu bisa dikatakan sebagai salah satu creative expression karena kita mencoba untuk mengeksplor kota atau tempat yang akhirnya membuat kita mengekspresikan emosi negatif kita. Kita tidak menahan lagi emosi negatif yang kita rasakan sehingga ketika kita staycation kita cenderung merasa bahagia, tambah Kiki.
Kiki menjelaskan bahwa terdapat sebuah studi yang menunjukkan bahwa creative expression mampu meningkatkan kesejahteraan fisik, mental, dan emosional yang dapat membantu seseorang untuk lebih relaks. 淜etika kita merasa tegang karena stres, kita cenderung untuk kembali merasakan emosi negatif, tegasnya.
淪aat kita melakukan aktivitas yang menyenangkan, maka otak kita akan melepaskan hormon dopamin, serotonin, dan oksitosin. Ketiga hormon ini adalah hormon yang memicu emosi positif kita, pungkas Kiki. (*)
Penulis: Agnes Ikandani
Editor: Binti Q. Masruroh





