Sebuah kasus di Surabaya melibatkan bayi perempuan berusia 9 bulan yang dibawa ke rumah sakit karena muntah berlebihan. Dokter menemukan kulitnya tampak lebih gelap dari biasanya, yang menjadi petunjuk adanya insufisiensi adrenal primer. Hasil tes laboratorium menunjukkan ketidakseimbangan kadar garam dalam tubuh serta gangguan fungsi ginjal akibat kekurangan cairan. Untuk mengatasi kondisi ini, bayi tersebut diberikan cairan infus dan obat hormon hidrokortison. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit dan pemeriksaan tambahan, termasuk tes tuberkulosis dan USG perut, kondisinya mulai membaik. Bayi tersebut akhirnya diperbolehkan pulang dengan pengobatan jangka panjang berupa hidrokortison dan fludrokortison. Ia juga harus menjalani kontrol rutin di klinik endokrinologi untuk memantau kesehatannya dan menyesuaikan dosis obat sesuai kebutuhannya.
Penyakit ini bersifat kronis dan memerlukan terapi hormon seumur hidup. Penderita harus rutin mengonsumsi obat, mengenakan gelang medis, dan menjaga pola hidup sehat agar kondisi tetap stabil. Kesadaran akan insufisiensi adrenal sangat penting agar diagnosis dapat dilakukan lebih awal dan komplikasi dapat dicegah. Jika mengalami gejala mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat.
Penulis : Dinar Ardi, dr.





