Miksoma jantung mungkin terdengar asing bagi sebagian besar dari kita, namun tumor ini merajai panggung sebagai jenis tumor jantung paling umum, berkontribusi terhadap 50“85% dari semua tumor jantung primer. Angka kejadian miksoma jantung dalam populasi umum diperkirakan sekitar 0,03%, membuatnya menjadi suatu keberuntungan bahwa kita mungkin saja tidak pernah mendengarnya. Namun, di balik sisi misteriusnya, miksoma jantung ternyata menyimpan kisah serius tentang morbiditas dan bahaya yang dapat muncul jika tidak diobati dengan cepat.
Miksoma jantung, dengan segala langka dan keunikan karakteristiknya, dapat menyebabkan berbagai gejala yang sering kali bervariasi, membuat diagnosis menjadi tantangan. Dalam sebuah meta-analisis yang kami susun dengan judul “Clinical Characteristics and Surgical Outcomes of Cardiac Myxoma: A Meta-Analysis of Worldwide Experience” dan dipublikasi oleh European Journal of Surgical Oncology, yang melibatkan 112 studi dan 8150 pasien miksoma jantung dari seluruh dunia, kami beserta tim bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang karakteristik dan luaran bedah pasien dengan tumor ini, dengan harapan dapat memberikan pandangan komprehensif dan meningkatkan kualitas tatalaksana yang bersandar pada bukti-bukti terkini.
Penelitian ini menemukan bahwa miksoma jantung lebih sering menyerang perempuan, dengan
64% pasien adalah perempuan. Umumnya, tumor ini terdiagnosis pada kisaran usia antara dekade empat hingga enam, dengan puncak insiden terjadi sekitar usia 50 tahun. Salah satu fakta menarik adalah bahwa meskipun miksoma jantung adalah jenis tumor jantung yang umum, varian khusus seperti miksoma jantung pada katup dan miksoma jantung tipe familial ternyata lebih sering menyerang pria. Gejala utama yang dialami oleh pasien miksoma jantung adalah sesak napas, yang mencakup 70% dari laporan studi. Gejala kardiovaskular seperti palpitasi, gagal jantung, dan pingsan juga menjadi presentasi umum. Ternyata, gejala ini sangat tergantung pada ukuran, lokasi, dan karakteristik tumor itu sendiri.
Dengan demikian, pentingnya diagnosis ditekankan dalam penelitian ini, terutama dengan modalitas ekokardiografi sebagai modalitas diagnostik paling andal, mampu mendiagnosis hingga 98% kasus miksoma jantung. Kecepatan dan ketepatan diagnosis ini menjadi kunci untuk mengambil tindakan bedah yang tepat waktu. Penelitian kami mengungkapkan bahwa eksisi tumor, melalui prosedur seperti sternotomi median atau pendekatan minimal invasif, memberikan prognosis yang sangat baik, dengan tingkat mortalitas awal hanya sekitar 1% sementara insidens mortalitas lambat berada pada angka 4.7 per 1000 pasien-tahun dan angka rekurensinya 5 per 10.000 pasien-tahun.
Kendati begitu, penelitian ini tidak lupa menyoroti beberapa batasan yang perlu diakui. Data yang digunakan umumnya bersumber dari studi observasional retrospektif, dan beberapa parameter seperti histopatologi dan tingkat invasivitas tumor tidak selalu dapat diperoleh dengan jelas dari setiap studi.
Sebagai kesimpulan, kita perlu mengenali keberadaan misterius dari miksoma jantung, tumor jantung yang mungkin belum banyak dikenal oleh masyarakat umum. Namun, dengan penelitian ini, kita mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana miksoma jantung mempengaruhi populasi, bagaimana mengidentifikasinya dengan cepat, dan bagaimana tindakan bedah dapat memberikan prognosis yang sangat baik. Sementara misteri miksoma jantung mungkin belum sepenuhnya terpecahkan, setidaknya kita sedang berada dalam perjalanan menuju pemahaman yang lebih baik tentang tumor jantung ini.
Penulis Artikel Popular:
Pandit Bagus Tri Saputra dan Roy Bagus Kurniawan
Sumber
Oktaviono YH, Saputra PBT, Arnindita JN, Afgriyuspita LS, Kurniawan RB, Pasahari D, Milla C, Wungu CDK, Susilo H, Multazam CECZ, Alkaff FF. Clinical characteristics and surgical outcomes of cardiac myxoma: A meta-analysis of worldwide experience. Eur J Surg Oncol.
2023 Dec 30;50(2):107940. doi: 10.1016/j.ejso.2023.107940.





