51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Mengkondisikan Rumah Sehat untuk Mencegah Kejadian Tuberkulosis

Sumber: Halodoc
Sumber: Halodoc

Kejadian Tuberkulosis pada anak dapat mempengaruhi kualitas hidup anak. Pertumbuhan anak membutuhkan kualitas organ di dalam tubuhnya. Organ paru yang merupakan alat tubuh yang bertugas dalam sirkulasi oksigen di dalam tubuh mempengaruhi mekanisme metabolisme dalam tubuh yang pada akhirnya berpengaruh terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan anak yang membutuhkan oksigen. Anak yang hidup beriklim tropis mempunyai peluang untuk terinfeksi Bacterium tuberkukolis yang merupakan bakteri penyebab penyakit Tuberkulosis. Indonesia memiliki suhu antara 230C di dataran tinggi, 26oC di daerah pedalaman, dan 28OC di daerah pesisir. Kelembaban udara relatif Indonesia berkisar 24-93%. Bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat tumbuh antara 4oC – 70oC dimana suhu optimal pada suhu 37oC. Bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat tumbuh pada kelembaban > 60%. Penularan Bakteri Mycobacterium tuberculosis pada anak terjadi karena adanya kontak dengan penderita Tuberkulosis. Percikan ludah yang mengandung Bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dihirup oleh anak itulah yang menyebabkan anak tertular Tuberkulosis.

Rumah yang lembab dan suhu yang rendah memudahkan penularan Bakteri Mycobacterium tuberculosis, sehingga mengkondisikan rumah yang sehat merupakan upaya mencegah penularan Bakteri Mycobacterium tuberculosi. Rumah yang sehat harus memenuhi syarat bila suhu antara 18 “ 300C , kelembaban 40-60 %Rh. Mengkondisikan rumah sehat adalah salah satunya mengupayakan aliran udara lancar yang menjamin terjadinya aliran udara di dalam rumah, sehingga oksigen yang masuk kedalam rumah banyak. Keberadaan jendela didalam rumah kamar tidur membantu didalam meningkatkan aliran udara kedalam kamar dimana anak melakukan aktifitas. Jendela rumah di masyarakat banyak didapatkan tidak bisa dibuka dan kalaupun dapat dibuka masyarakat malas untuk membukanya, hal inilah yang menghambat tidak lancarnya aliran udara didalam rumah. Ketidaklancaran aliran udara di dalam rumah memicu meningkatkan kelembaban di dalam rumah. Pencahayaan di dalam rumah yang kurang sering didapatkan dalam rumah penderita Tuberkulosis paru . Pemasangan genting kaca adalah solusi baik untuk meningkatkan masuknnya cahaya dalam rumah. Bakteri Mycobacterium tuberkulosis rentan terhadap cahaya dan sinar matahari. Langit rumah minimal adalah 2.4 m, hal ini untuk menjamin aliran udara di dalam rumah. Asap yang masuk kedalam rumah seharusnya dicegah dengan cara memiliki jendela di dalam rumah seperti di dapur , karena kegiatan memasak berpotensial menghasilkan asap yang mengandung karbondioksida yang menjadi polutan bila dihirup. Asap rokok tidak boleh ada didalam rumah, oleh karenanya anggota keluarga tidak diperkenankan merokok dudalam rumah.

Kondisi gizi anak berhubungan dengan kejadian Tuberkulosis paru pada anak. Anak yang memiliki status gizi kurang akan berisiko untuk terjadinya penyakit Tuberkulosis paru. Makanan yang meningkatkan imunitas tubuh anak diperlukan dalam mencegah terjadinya penyakit Tuberkulosis paru. Makanan yang tinggi protein akan meningkatkan kekebalan anak terhadap infeksi Mycobacterium tuberkulosis. Makanan tinggi protein seperti daging, ikan dan telur sangat dibutuhkan dalam mencegah infeksi. Demikian juga makanan yang mengandung vitamin seperti buah dan sayur sangat dibutuhkan oleh tubuh anak dalam mencegah penularan.

Penulis : Lucia Yovita Hendrati

Link:

Sumber : Fayza Kirana Putri, Novela Dwi Cahyani Putri, Lucia Yovita Hendrati. Hubungan Antara Indikator Rumah Sehat dan Status Gizi Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Pada Balita di Kecamatan Sawahan, Surabaya. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia 24 (1) (22 Januari  2025)

AKSES CEPAT