UNAIR NEWS – Sebagai salah satu wujud keperdulian sosial mahasiswa 51动漫 Surabaya dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya tri yang ketiga, pengabdian masyarakat, berhasil mengubah kawasan sungai yang tercemar menjadi kawasan sungai yang bersih dan rindang.
Langkah nyata yakni mulai dari mengajak sesuatu dari hal kecil yang kemudian bisa menjadi budaya itu, dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR, di kawasan sungai Mulyorejo Utara, Kec. Mulyorejo, Kota Surabaya. Sebagai mahasiswa dari jurusan ilmu perikanan, maka ilmunya itu juga ditularkan kepada masyarakat, khususnya kepada pemuda Karang Taruna di kawasan setempat.
Menurut Laila Turbi檃h, ketua kelompok pengabdian masyarakat ini, kegiatan ini dipilih dengan pertimbangan keperdulian mahasiswa UNAIR terhadap keadaan lingkungan di sekitarnya yang diketahui telah tercemar, khususnya pada daerah sungai yang notabene aliran airnya bermuara ke laut.
滺anya satu langkah kecil dalam mengedukasi kalangan pemuda dalam upaya meningkatkan kepekaan masyarakat terhadap kebersihan lingkungan menuju Indonesia bebas sambah tahun 2020, kata Laila.
Dijelaskan, kegiatannya itu diawali dari pemberian edukasi tentang pembudidayaan ikan lele dalam skala rumah tangga. Budidaya secara intensif ini dapat diterapkan dengan media kolam berbentuk tabung (lingkaran) yang dapat menambah kepadatan ikan yang dibudidayakan.
Setelah dilakukan edukasi kemudian juga dilakukan praktik dan monitoring yang dilakukan setiap kali ada pertemuan organisasi Karang Taruna. Minimal diadakan sekali dalam sebulan.

Hasil dari budidaya ikan tersebut selanjutnya dikembangkan oleh Karang Taruna, yang sebelumnya telah dikader. Ikan lele sebagian dijual dan uangnya sebagai kas organisasi Karang Taruna, sedang sebagian yang lain dibagikan kepada masyarakat di sekitarnya untuk menambah konsumsi ikan.
Output yang didapat dari pengabdian ini, menanamkan pemuda yang memiliki wawasan terhadap lingkungan yang sehat, aman, dan cinta kebersihan, serta produktif dalam berbagai gerakan atau kegiatan di lingkungannya. 淎palagi mereka sudah dikoordinir dengan Karang Taruna, sehingga memudahkan, kata Laila.
Pengabdian yang dilaksanakan oleh kelompok yang diketuai Laila Turbi檃h ini juga beranggotakan Imada Antikunarya, Rusdiatin, Nurwantika, dan Shindy Novia ini. Mereka kemudian menuangkan kegiatan ini ke dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Masyarakat (PKMM) dengan judul 滸ERDU CERIA – Gerakan Edukasi Cinta Lingkungan Sungai Mulyorejo Utara Sebagai Gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020.
Kebetulan, setelah melalui penilaian yang ketat pada Dikjen Dikti, poposal Laila dan kelompoknya ini dinilai lolos seleksi, dan berhak atas dana pengembangan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam program PKM tahun 2017. (*)
Editor : Bambang Bes





