Kejarlah mimpimu, jangan takut gagal, hadapi tantangan dengan kegigihan dan keberanian
UNAIR NEWS – ke-245 51动漫 (UNAIR) menjadi momen bersejarah bagi Anasah Zulfah. Mahasiswi Fakultas Keperawatan itu terpilih sebagai salah satu Wisudawan Berprestasi UNAIR. Dengan semangat dan tekad yang kuat, Anasah berhasil memanfaatkan setiap kesempatan selama masa studi di UNAIR untuk mengukir prestasi dengan kepemimpinan dan inovasi.
Berbagai prestasi akademik menjadi bukti kerja keras mahasiswa asal Jember itu. Anasah meraih Gold Medal pada Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) di Thailand. Ia juga dinobatkan sebagai Juara Presentasi Favorit dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) PIMNAS 36 oleh PUSPRESNAS.
Anasah bercerita bahwa ia juga sering mengikuti perlombaan di luar disiplin ilmunya. Pengalaman tersebut membuat Anasah berpengalaman dalam mempresentasikan inovasi di hadapan audiens internasional. “Saat menjadi ketua tim di IPITEX, saya sempat ragu karena bidang itu di luar latar belakang saya. Namun, kerjasama tim, komunikasi, dan komitmen membuat kami berhasil,” ungkapnya.
Aktif Organisasi
Tidak hanya berprestasi, Anasah juga aktif berorganisasi. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Departemen Keilmuan SKINers BEM FKP UNAIR dan Staf Divisi Pembinaan UKM Penalaran. Selain itu, ia juga terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat, seperti program percepatan penurunan stunting BKKBN, proyek penelitian dosen, hingga menjadi enumerator.
Anasah terinspirasi dari sosok alm. Prof. Kusnanto, mantan dosen FKP UNAIR yang juga Manajer Keperawatan RSUA dan Prof. Ferry Efendi, dosen FKP UNAIR yang masuk kategori top 2% scientist dunia. “Beliau-beliau mengajarkan bahwa perawat bisa berperan luas, tidak hanya di klinik, tetapi juga sebagai peneliti, pendidik, nursepreneur, hingga pembuat kebijakan,” ujarnya.
Setelah lulus, Anasah berencana melanjutkan studi S2 melalui beasiswa LPDP dengan fokus pada diabetes dan manajemen keperawatan. Ia berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi dunia kesehatan.
淢anfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mengembangkan potensi diri dan terus belajar dari setiap pengalaman. Jangan takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari proses untuk bangkit lebih kuat. Terus berusaha, berkomitmen, dan yakin bahwa setiap usaha akan membuahkan hasil yang memuaskan, ucapnya.
Penulis: Hana Mufidatuz Zuhrah
Editor: Edwin Fatahuddin Ariyadi Putra





