UNAIR NEWS – Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan merupakan salah satu program studi termuda yang ada di . Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (TRKB) ini fokus pada pengembangan integrasi antara robotika dan kecerdasan buatan untuk menghasilkan suatu sistem yang cerdas. Sebagai prodi yang baru berdiri tentu memiliki stigma di masyarakat.
Stigma Umum Prodi TRKB
Amila Sofiah ST MT dosen TRKB FTMM UNAIR dalam Kulik Kampus bersama Ruang Guru menjelaskan bahwa saat ini stigma mengenai jurusan baru memiliki prospek yang belum jelas adalah salah.
ini adalah bidang yang nantinya di 10 hingga 20 tahun ke depan akan berkembang. Terbukti di mahasiswa kami yang saat ini sudah banyak mengikuti magang di industri sekitar 30-50 persen. Industi juga banyak yang meminta karena ini akan menjadi potensi yang cukup bagus. Jika ada anggapan belum jelas, mungkin istilahnya saja yang belum banyak masyarakat kenal, tutur Amila.
Stigma lain adalah mahasiswa harus paham matematika dan fisika. Menanggapi hal ini dosen TRKB itu mengatakan bahwa mahasiswa bukan harus paham tetapi harus memiliki minat terhadap keduanya karena bahasa ketiga yang digunakan adalah bahasa matematis.
淵ang menarik di mahasiswa prodi TRKB, kebanyakan tidak terlalu suka dengan matematika dan fisika. Namun ketika menuju di akhir masa studi akhirnya mereka menjadi suka karena sudah menemukan apa yang harus dibuka dan diterapkan dimana teori-teori itu. Jadi di teknik tidak hanya membayangkan saja tetapi mengulik langsung, ungkap Amila.

Stereotipe lain prodi ini kebanyakan adalah mahasiswa laki-laki. Amila tidak membenarkan hal tersebut, karena melihat faktanya banyak mahasiswa perempuan yang prodi ini terima. Kemampuan yang akan diterapkan bukan hanya tentang kemampuan fisik, tapi banyak bidang yang juga membutuhkan analytycal thinking.
Persiapan dan Proses Penddikan
Amila mengungkap bahwa di program studi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan ini adalah mata pelajaran matematika dan fisika. Akan lebih baik ungkapnya jika sudah mengenal dunia coding dan robotics. Selain itu memiliki pengalaman di bidang robotika juga akan menjadi pertimbangan di jalur prestasi.
Pada bidang teknik ada yang bersifat monodisiplin dan multidisiplin. Program studi ini termasuk kedalam kategori multidisiplin. lebih menitikberatkan pada mendesain sistem yang cerdas dan lebih mendalam. Mata Kuliah dasar yang dipelajari adalah Sistem Fisis-Siber (mekanika, elektronika, mekatroinika), kecerdasan buatan, dan sistem robotika dan otomasi.
Peluang karir yang prodi ini miliki di antaranya adalah tenaga ahli bidang otomasi industri, kecerdasan buatan, ahli robotika, ahli pengaplikasian embedded system, tenaga ahli pengembang perangkat lunak, manajer proyek bidang teknik robotika dan kecerdasan buatan, wirausahawan, peneliti, akademisi, dan berbagai peluang karir lainnya. (*)
Penulis : Nova Dwi Pamungkas
Editor : Binti Q Masruroh





