51动漫

51动漫 Official Website

Mengungkap Pengujian Dini Kanker Serviks pada Usia Subur Perempuan

Kanker serviks adalah kondisi serviks dengan pertumbuhan jaringan dengan sel abnormal, yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Data Global Burden of Cancer (GLOBOCAN) oleh World Health Organization (WHO), terdapat 396.914 kasus kanker serviks di Indonesia pada tahun 2020, mengakibatkan 234.511 kematian. Pada tahun 2030, tingkat kematian akibat kanker diproyeksikan meningkat lebih tinggi menjadi lebih dari 13,1 juta orang, dengan tingkat kanker meningkat setiap tahun.

Di Provinsi Riau, prevalensi kanker serviks di kalangan perempuan terus meningkat setiap tahunnya. Data dari Ruang Tulip RS Arifin Achmad mengungkapkan terdapat 89 kasus pada 2016, 109 kasus pada 2017, dan 209 kasus selama periode JanuariDesember 2018. Dari jumlah tersebut, 113 pasien kanker serviks menerima perawatan kemoterapi.

Di provinsi Riau, Indonesia, prevalensi kanker serviks di kalangan perempuan terus meningkat setiap tahun. Data dari Ruang Tulip RS Arifin Achmad mengungkapkan ada 89 kasus pada 2016, 109 kasus pada 2017, dan 209 pada 2018. Dari 113 kasus kanker serviks, 48 pasien menjalani perawatan kemoterapi.

Meningkatnya prevalensi kanker serviks dapat dikaitkan dengan keterlambatan deteksi dini. Mengarah ke tahap yang lebih maju setelah diagnosis dan mengurangi harapan hidup. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang deteksi dini kanker serviks, sebagai penyebab kanker serviks. Mencegah kanker serviks dimungkinkan melalui langkah-langkah deteksi dini seperti pengujian Visual Inspection Acetic Acid (VIA). VIA adalah metode skrining kanker serviks dengan mengoleskan asam asetat 3-5% ke area mulut rahim dan hasilnya diamati langsung dengan mata telanjang setelah 1-2 menit. Mendeteksi HPV (Human Papilloma Virus) pada tahap awal menurunkan risiko seseorang terkena dan meninggal akibat kanker serviks.

Namun, profil kesehatan Indonesia menunjukkan penurunan angka deteksi dini pada perempuan usia 30-50 tahun yang menggunakan metode pengujian VIA – dari 8,3% pada tahun 2020 menjadi hanya 6,83% pada tahun 2021. Di Provinsi Riau khususnya, prevalensi deteksi dini mencapai 7,97% untuk wanita yang telah menjalani deteksi dini kanker menggunakan metode pengujian VIA.

Motivasi untuk meningkatkan kesehatan reproduksi wanita usia subur, dengan melakukan deteksi dini kanker serviks semakin tinggi. Penelitian tentang “Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Kanker Serviks dan Sikap Pemeriksaan VIA pada Wanita Usia Subur di Puskesmas Pamekasan Panaguan” menemukan bahwa rendahnya pengetahuan tentang deteksi dini kanker serviks dengan metode VIA pada wanita usia subur. Responden dengan pemahaman yang kurang (pengetahuan rendah) tentang kanker serviks cenderung tidak meremehkan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan VIA, sehingga menghambat mereka untuk melakukan tes ini. Di sisi lain, responden dengan pemahaman yang lebih baik (good knowledge) tentang kanker serviks lebih cenderung sadar dan termotivasi untuk meningkatkan kesehatannya, sehingga jumlah wanita usia subur yang menjalani pemeriksaan VIA lebih tinggi. 

Efikasi diri adalah keyakinan wanita usia subur dalam kemampuan mereka untuk mengatur dan melaksanakan tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Pentingnya efikasi diri menjadi jelas dalam identifikasi dini kanker serviks, karena memainkan peran penting dalam menurunkan angka morbiditas dan mortalitas di kalangan wanita di Indonesia karena kondisi ini. Oleh karena itu, memprioritaskan dan meningkatkan deteksi dini kanker serviks sangat penting. Proses pengambilan keputusan, seperti efikasi diri, dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal seperti lingkungan sekitar individu.

Penulis: Dr. Esti Yunitasari, S.Kp., M.Kes

Untuk membaca lebih lengkap, silahkan bisa diakses di

AKSES CEPAT