51动漫

51动漫 Official Website

Mengurai Narasi Obesitas dalam Media Berita Indonesia: Tanggung Jawab Pribadi atau Sosial?”

Obesitas merupakan masalah kesehatan yang signifikan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana media membentuk pandangan kita tentang obesitas? Dalam konteks berita kesehatan atau obesitas, media dapat membentuk persepsi masyarakat tentang siapa yang dipandang sebagai bertanggung jawab atas penyebab dan solusi masalah tersebut. Penelitian terkait secara umum mengidentifikasi tiga representasi utama obesitas di media. Pertama, obesitas digambarkan sebagai gangguan biologis atau ancaman genetik yang berada di luar kendali individu dan paling efektif diatasi dengan solusi medis atau ilmiah. Kerangka/framing berikutnya menggambarkan obesitas sebagai “masalah tanggung jawab sosial,” yang menekankan keterlibatan pemerintah dan industri dalam menciptakan kondisi yang menyebabkan obesitas. Solusi dalam kerangka ini memerlukan perubahan yang harus diatur atau diwajibkan, termasuk regulasi terhadap produsen makanan dan iklan mereka. Ketiga, obesitas direpresentasikan sebagai masalah tanggung jawab pribadi yang menekankan pilihan gaya hidup individu sebagai penyebab obesitas dan oleh karena itu individu sepenuhnya bertanggung jawab untuk mengatasi masalah ini dengan mengubah konsumsi makanan dan aktivitas fisik mereka.

Kerangka terakhir diidentifikasi sebagai yang paling dominan di negara-negara Barat meskipun adanya peningkatan kerangka tanggung jawab sosial. Dominasi wacana tanggung jawab pribadi ini terkait dengan neoliberalisme, yang memainkan peran signifikan dalam tatanan masyarakat Barat. Neoliberalisme adalah sebuah ideologi politik modern yang mendukung liberalisasi ekonomi, perdagangan bebas, dan pasar terbuka, yang memberikan individu kebebasan dan kompetensi berwirausaha dan mendorong mereka untuk bertanggung jawab atas hidup dan komunitas mereka. Dalam konteks masalah kesehatan, neoliberalisme melihat individu sebagai konsumen kesehatan yang bertanggung jawab untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan dan produktivitas ekonomi mereka sendiri, sehingga memberikan sedikit dorongan kepada pemerintah untuk mengakui faktor-faktor kesehatan di luar perilaku individu.

Selama ini, studi tentang bagaimana ‘obesitas’ direpresentasikan atau di-frame dalam berita telah banyak dilakukan, terutama di Amerika Serikat dan Inggris. Namun, di Indonesia, terutama untuk media berita, penelitian tentang konstruksi ‘obesitas’ masih langka. Studi terbaru yang berjudul “Studi Diskursus Berbantuan Korpus tentang Konstruksi ‘Obesitas’ dalam Media Berita Indonesia” menganalisis bagaimana konsep ‘obesitas’ digambarkan dalam media berita daring Indonesia selama periode lima tahun dari 2017 hingga 2021. Studi ini menggunakan kerangka studi diskursus berbantuan korpus dan teori legitimasi untuk menganalisis sebanyak 1.418 artikel berita di dua situs berita, Kompas.com dan Detik.com yang menyebutkan kata ‘obesitas’.

Analisis terhadap korpus ini mengungkapkan bahwa kata kunci yang terkait dengan makanan, minuman, kebiasaan makan, dan gaya hidup menyumbang lebih dari 36% dari kata kunci. Kata kunci-kata kunci ini digunakan dalam artikel berita yang membahas dampak konsumsi makanan dan pilihan gaya hidup terhadap obesitas. Analisis juga memeriksa kata kunci yang terkait dengan aspek-aspek sosial, seperti pemerintah, industri, ekonomi, dan kebijakan. Namun, sebagian besar artikel tidak secara kritis membahas peran pembuat kebijakan atau pemerintah dalam mengatasi faktor-faktor sosial yang berkontribusi pada obesitas. Hasil studi ini mengungkapkan bahwa ‘obesitas’ sebagian besar digambarkan sebagai masalah tanggung jawab pribadi, dengan individu dianggap sebagai satu-satunya yang bertanggung jawab untuk mengelola berat badan mereka dan meminimalkan risiko kesehatan yang terkait. Diskursus ini seringkali diperkuat melalui otoritas ahli atau penelitian ilmiah. Di sisi lain, diskursus tanggung jawab sosial, yang berfokus pada peran pemerintah dan industri makanan dalam menciptakan kondisi yang berkontribusi pada obesitas, sangat jarang ditemukan dalam media berita Indonesia. Studi ini menyarankan bahwa kurangnya diskursus tanggung jawab sosial dalam media berita Indonesia mungkin mencerminkan prevalensi ideologi neoliberal yang menempatkan beban tanggung jawab pada individu daripada mengatasi faktor-faktor sistemik.

Dominasi wacana tanggung jawab pribadi dan kurangnya framing tanggung jawab sosial juga dapat dipengaruhi oleh newsworthiness. Berita yang memberikan informasi tentang makanan, kebiasaan makan, dan aktivitas fisik yang dapat meningkatkan atau mengurangi tingkat atau risiko obesitas mungkin lebih menarik sebagai berita. Oleh karena itu, media berita daring cenderung menerbitkannya untuk meningkatkan kunjungan, sehingga mendapatkan lebih banyak pendapatan dari iklan. Namun, mereka harus menyadari implikasi dari representasi ‘obesitas’ yang didominasi oleh framing tanggung jawab pribadi. Penelitian tentang persepsi dan respons individu dengan obesitas terhadap kerangka/framing tanggung jawab pribadi menunjukkan bahwa representasi tersebut berkontribusi pada budaya bias berat badan dan stigmatisasi. Selain itu, kesuksesan kebijakan kesehatan masyarakat yang menekankan perilaku dan tanggung jawab individu saja biasanya terbatas karena kurang memperhatikan penyebab sosial dari kesehatan individu. Hal ini juga terlihat dalam konteks Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi media berita untuk berusaha mencapai keseimbangan yang lebih besar dalam liputannya tentang faktor-faktor penyebab dan solusi potensial obesitas, dengan lebih seimbang mengintegrasikan framing tanggung jawab individu dan tanggung jawab sosial. Hal ini akan membantu meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang obesitas serta mendorong lebih banyak diskusi tentang kebijakan yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial, yang mencerminkan lebih jelas kompleksitas obesitas.

Penulis: Muchamad Sholakhuddin Al Fajri

Informasi detail dari artikel ini dapat dibaca lebih lengkap pada tautan publikasi ilmiah berikut:

AKSES CEPAT