UNAIR NEWS Program studi Magister Media dan Komunikasi (Medkom), 51动漫 (UNAIR) genap menginjak usia ke-20 tahun. Berdiri sejak tahun 2003, Magister Media dan Komunikasi telah menorehkan berbagai prestasi dan menghasilkan lulusan berkualitas. Saat ini, program studi yang berada di bawah naungan FISIP UNAIR itu telah mendapatkan Akreditasi Unggul dari BAN-PT.
Yuyun Wahyu Izzati Surya SSos MA PhD selaku ketua program studi menerangkan bahwa Magister Media dan Komunikasi UNAIR adalah program studi yang pertama kali menggunakan nama media dan komunikasi. Ia berkata, untuk mendapatkan pengakuan atas nama tersebut tidaklah mudah. Namun, berkat dukungan dari berbagai pihak, DIKTI akhirnya mengakomodasi nama media dan komunikasi sebagai nomenklatur dari ilmu komunikasi.
Unggulkan Dua Minat Keilmuan
Perempuan yang akrab disapa Yuyun itu menuturkan, Medkom memiliki keunggulan pada dua minat keilmuan yaitu media dan komunikasi. Medkom berupaya untuk mencetak ahli komunikasi dan akademisi yang mampu melihat komunikasi dalam perspektif yang lebih kritis. Tidak hanya itu, pada tahun 2021, Medkom juga telah mendesain ulang kurikulum agar relevan dengan perkembangan zaman dan mampu merespons perkembangan teknologi digital. Dengan perubahan tersebut, saat ini Medkom memiliki dua peminatan yaitu Digital Media Studies dan Digital Corporate Communication.
淜ami sediakan dua peminatan tersebut dengan tidak meninggalkan fakta bahwa semuanya harus berpacu pada pendekatan digital tekonologi. Itulah yang kami tekankan, katanya.
Kerja Sama Beasiswa dengan Kominfo
Kemudian, Yuyun menyampaikan bahwa sejak tahun 2013 Medkom UNAIR telah menjadi salah satu dari 14 mitra yang bekerja sama dengan untuk program beasiswa. Melalui beasiswa tersebut, masyarakat ASN dan umum dapat memperoleh kesempatan untuk belajar di Medkom secara gratis.
淪aya sudah bertemu 7 PTN yang memiliki S2 Komunikasi, tapi hanya kami yang memiliki peminatan media dan komunikasi. Terbukti tahun lalu, pelamar beasiswa Kominfo paling banyak memilih Medkom UNAIR. Kami memiliki spefisikasi yang distinct sehingga berbeda dari S2 Komunikasi lain, katanya.
Sediakan Program Double Degree
Selain beasiswa, Yuyun menuturkan bahwa Medkom juga berupaya untuk menyediakan program double degree internasional. Di tahun 2023 ini, Medkom tengah bekerja sama dengan beberapa universitas di Australia dan Asia Tenggara di antaranya Edith Cowan University, University of The Philippines Diliman, dan Singapore University of Social Science.
淜ami juga sangat gembira karena kami mendapatkan dana hibah DAPT untuk membiayai program double degree ini. Kami melihat bahwa universitas-universitas di ASEAN sangat terbuka. Dengan dana hibah DAPT ini, saya berharap ada 1 atau 2 mahasiswa yang bisa mendapatkan acknowledgement berupa sertifikat pengakuan yang mereka ambil saat double degree, jelas Yuyun.
Beberapa Strategi Unggulan
Pada akhir, Yuyun mengakui bahwa program-program tersebut tidak dapat tercapai tanpa adanya dukungan dari para dosen dan mahasiswa. Medkom terus berkomitmen untuk melakukan berbagai strategi unggulan guna mempertahankan kualitas dalam berbagai aspek.
Pertama, medkom terus melakukan road show untuk menegaskan bahwa medkom merupakan program magister terunggul yang mengkaji isu-isu mutakhir tentang media dan komunikasi. Di samping itu, medkom juga telah banyak melakukan pengayaan dengan mengundang dosen tamu dan praktisi baik dari dalam maupun luar negeri.
Kedua, medkom mendorong para mahasiswanya untuk mengekspos karya-karya terbaik mereka melalui konferensi dan program postgraduate student research showcase. Dengan demikian, para peneliti dan akademisi dapat mengetahui kualitas penelitian para mahasiswa medkom.
Ketiga, medkom memiliki akademik internasional atmosfter. Program studi itu telah berhasil meluluskan tiga mahasiswa internasional dari Nigeria, Madagaskar, dan Belarus. Saat ini, prodi ini memiliki dua mahasiswa internasional dari Pakistan dan Madagaskar. Yuyun mengatakan keberadaan mahasiswa internasional menjadi bukti bahwa secara akademik medkom telah diakui secara internasional.
Terakhir, medkom juga memiliki dua jalur tesis yaitu tesis regular dan tesis proyek kreatif. Tersebab itu, mahasiswa dapat mengganti tesis mereka dengan proyek-proyek kreatif seperti film atau inovasi yang berkaitan erat dengan media komunikasi.
淢edkom tidak hanya menjadi arena belajar bagi para akademisi atau ilmuwan. Tapi juga menjadi ruang bagi para profesional untuk meningkatkan kemampuan dan analisis kritis mereka. Oleh karena itu, penerimaan mahasiswa baru per tahunnya tergolong tinggi bisa sampai 40-50 mahasiswa, tukas Yuyun. (*)
Penulis: Rafli Noer Khairam
Editor: Khefti Al Mawalia





