Are Labor Productivity and Wages the Primary Factors in the Causal Relationship Between Population Health, Economic Growth, and Income Inequality?
Kesehatan masyarakat bukan sekadar isu medis, melainkan penentu penting dalam roda perekonomian. Penelitian ini, menggunakan data panel dari 33 provinsi di Indonesia periode 2005“2023, menyingkap bagaimana kesehatan, produktivitas tenaga kerja, dan upah saling memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pendapatan.
Dengan metode Panel VAR dan 627 observasi, penelitian membuktikan adanya hubungan sebab-akibat yang erat. Hasil menunjukkan bahwa kesehatan dan pertumbuhan ekonomi memiliki keterkaitan dua arah. Penurunan kesehatan masyarakat terbukti mendorong ketimpangan pendapatan, sementara produktivitas tenaga kerja menjadi faktor paling dominan dalam mendorong pertumbuhan (hingga 54,6%) sekaligus memengaruhi distribusi pendapatan (8,4%).
Upah juga berperan penting, meski pengaruhnya relatif lebih kecil dibanding produktivitas. Peningkatan upah terbukti mendorong pekerja untuk mengembangkan keterampilan, yang kemudian berkontribusi pada kenaikan produktivitas. Sebaliknya, tingginya beban biaya kesehatan dapat menjerumuskan rumah tangga berpenghasilan rendah ke dalam kemiskinan, memperlebar jurang ketidaksetaraan.
Temuan ini mempertegas bahwa kesehatan masyarakat tidak hanya memengaruhi produktivitas, tetapi juga menentukan arah pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial. Tanpa kesehatan yang baik, upaya pembangunan ekonomi dapat tersendat dan memperparah kesenjangan.
Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi kebijakan kesehatan, upah, dan peningkatan keterampilan tenaga kerja dalam strategi pembangunan nasional. Dengan menjadikan kesehatan sebagai pilar utama, Indonesia dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus menekan ketimpangan pendapatan, menuju masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.
Penulis: Prof. Dr. Wasiaturrahma, S.E., M.Si.
Detail tulisan ini dapat dilihat di:





