51动漫

51动漫 Official Website

Meninjau Perkembangan Proses Pemeriksaan Lanjutan Penyebab Paus Terdampar di Bali

Proses blocking pada sampel paus yang terdampar. Proses ini bertujuan untuk mempersiapkan sampel agar mudah dipotong menjadi ukuran lebih kecil. (Foto: Icha Nur Imami Puspita)

UNAIR NEWS Beberapa pekan lalu masyarakat sempat dikejutkan dengan terdamparnya paus sperma di perairan Bali. Paus terdampar pertama di Pantai Yeh Malet, Kabupaten Karangasem pada Rabu (5/4/2023). Sementara peristiwa paus kedua terjadi hanya selang beberapa hari setelahnya, terjadi di Pantai Yeh Leh, Kabupaten Jembrana pada Sabtu (8/4/2023).

Tim khusus dari Fakultas Kedokteran Hewan () 51动漫 (UNAIR) melakukan proses autopsi bekerja sama dengan tim FKH Universitas Udayana serta beberapa pihak terkait.

Tantangan Proses Autopsi

drh Dwi Suprapti MSi, salah satu tim medis yang bertugas menceritakan bahwa proses autopsi sempat mengalami kesulitan. Hal ini lantaran badan paus yang sangat besar sehingga membutuhkan bantuan alat berat untuk proses evakuasi.

淜esulitan kita (tim medis, Red) adalah kondisi paus yang lebih besar dari kita. Butuh tenaga banyak, alat yang lengkap, dan kita berlomba dengan waktu. Paus pertama kondisinya keburu malam sedangkan paus kedua keburu air pasang dan berisiko, terangnya.

Sosok dokter hewan spesialis megafauna laut tersebut mengungkapkan bahwa keberadaan paus di perairan Bali merupakan fenomena yang wajar terjadi. 淧erairan Bali ini menjadi salah satu jalur migrasi paus baik dari selatan ke utara atau kembali ke selatan. Otomatis potensi dan peluang paus terdampar menjadi lebih besar, ungkap drh Dwi.

Perkembangan Pemeriksaan

Setelah proses autopsi, beberapa sampel dari tubuh kedua paus tersebut diambil dan dikirim ke Laboratorium Patologi FKH UNAIR. Tim melakukan pemeriksaan sampel untuk mengetahui lebih lanjut penyebab pasti terdamparnya paus hingga menyebabkan kematian.

Dalam hal ini tim UNAIR NEWS secara khusus mengunjungi langsung laboratorium pada Jumat (14/4/2023) untuk melihat perkembangan pemeriksaan. Saat itu, proses pemeriksaan tengah berjalan.

drh Bilqisthi Ari Putra MSi, staf sekaligus peneliti dan forensik veteriner Divisi Patologi Veteriner FKH UNAIR menjelaskan bahwa sejauh ini proses pemeriksaan berjalan dengan lancar. 淭idak ada kesulitan pemeriksaan sejauh ini. Nanti hasilnya akan keluar setelah 14 hari pemeriksaan. Kedua sampel datangnya pada hari yang berbeda tapi pengumuman hasil secara bersamaan, jelasnya.

Dokter hewan yang turut andil dalam proses autopsi paus terdampar tersebut menambahkan, bahwa proses pemeriksaan sampel paus pertama sudah berjalan 40 persen. Namun pada paus kedua sampel masuk ke laboratorium pada Kamis (13/4/2023) sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk pemeriksaan.

Tindak Lanjut

Hasil pemeriksaan nanti akan diumumkan kepada masyarakat. Selain itu, hal ini akan menjadi bahan evaluasi pemerintah setempat dan pihak terkait. drh Bilqis berharap nantinya akan ada kebijakan dari pemerintah untuk mencegah agar peristiwa paus terdampar ini tidak terulangi kembali.

淗arapannya semoga tidak berhenti pada hasil penyebab terdampar dan kematian paus saja tapi pada tahap penyusunan kebijakan dari lingkungan kementerian setempat dengan didukung oleh perguruan tinggi. Ini yang akan kami terus komunikasikan, tutupnya. (*)

Penulis: Icha Nur Imami Puspita

Editor: Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT