51动漫

51动漫 Official Website

Menjadi Buku Pertama di Indonesia, Dekan FIB UNAIR Kaji Ekonomi Perkotaan

Cover buku Pengantar Kajian Sejarah Ekonomi Perkotaan Indonesia yang ditulis oleh Dekan FIB UNAIR Prof Dr Purnawan Basundoro MHum (Foto: Arsip Pribadi)
Cover buku Pengantar Kajian Sejarah Ekonomi Perkotaan Indonesia yang ditulis oleh Dekan FIB UNAIR Prof Dr Purnawan Basundoro MHum (Foto: Arsip Pribadi)

UNAIR NEWS – Dekan (FIB) 51动漫 (UNAIR), Prof Dr Purnawan Basundoro MHum akan menerbitkan buku berjudul Pengantar Kajian Sejarah Ekonomi Perkotaan Indonesia. Buku ini akan segera terbit dalam bulan Agustus 2023 oleh Prenada Media Group Jakarta.

Kali ini, Prof Purnawan membahas perkembangan ekonomi perkotaan di Indonesia sejak masa kolonial hingga kemerdekaan di bukunya. Selain itu, buku ini berisi hasil kajian terbaru mengenai sejarah serta beberapa contoh kasus yang di perkotaan temui.

Buku yang terdiri dari delapan bab ini ditulis secara kronologis, mulai dari masa kolonial hingga kemerdekaan. Kedelapan temanya menggambarkan aktivitas ekonomi yang menonjol di perkotaan Indonesia. Yaitu, aktivitas pasar tradisional, pasar modern, perkembangan ekonomi transportasi, aktivitas industri di perkotaan, bisnis perumahan, aktivitas perbankan, ekonomi informal di perkotaan, sistem perpajakan.

淪alah satu tema yang benar-benar baru adalah mengenai perkembangan pasar modern di Indonesia yang merupakan gejala terkini dalam bidang ekonomi perkotaan. Hampir semua kota saat ini memiliki pasar modern yang menggerakkan ekonomi kota setempat. Bagian lain yang juga menarik adalah pembahasan mengenai aktivitas transportasi perkotaan. Transportasi merupakan faktor utama perkembangan dan pertumbuhan ekonomi kota, sehingga menjadi sesuatu yang amat penting, terang Prof Purnawan tentang buku yang ia tulis.

Buku Pertama di Indonesia

Menurut Prof Purnawan, ekonomi perkotaan harus berkembang menjadi kajian tersendiri agar berbeda dengan kajian ekonomi secara umum, mengingat ekonomi perkotaan memiliki perkembangan yang cukup pesat.

Belum ada buku referensi secara khusus yang membahas ekonomi perkotaan, menjadikan Dekan FIB UNAIR menuliskan buku mengenai ekonomi perkotaan sebagai salah satu referensi untuk mempelajari sejarah ekonomi perkotaan.

Menurutnya, kajian sejarah ekonomi selama ini belum pernah ada secara mendalam. Sehingga, buku ini bisa dikatakan merupakan buku pertama tentang ekonomi perkotaan secara utuh.

淪ampai saat ini buku yang membahas perkembangan sejarah ekonomi di perkotaan belum ada. Padahal di program studi ilmu sejarah, pendidikan sejarah, dan sejarah peradaban Islam ada mata kuliah sejarah ekonomi perkotaan. Buku ini harapannya menjadi referensi utama untuk mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Sejarah Ekonomi Perkotaan, Sejarah Ekonomi Indonesia, Sosiologi Ekonomi, Antropologi Ekonomi, harap prof Purnawan

Berawal dari Bahan Ajar Perkuliahan

Berdasarkan wawancara eksklusif dengan Prof Purnawan pada Sabtu (12/8/2023), penyelesaian buku ini memakan waktu lebih dari tiga tahun. Sebelumnya, buku ini merupakan bahan ajar mata kuliah Sejarah Ekonomi Perkotaan dari berbagai referensi. Di antaranya buku, jurnal, serta arsip-arsip lama yang saya akses secara online.

淏ahan bacaan tersebut awalnya masih sedikit, tetapi setiap semester saya perbaharui. Akhirnya menjadi tulisan yang lengkap sesuai dengan topik-topik perkuliahan Sejarah Ekonomi Perkotaan, jelasnya.

Namun, mahasiswa kesulitan dalam memahami bahan ajar yang alurnya tidak sistematis. Lalu, Dekan FIB UNAIR itu memutuskan membuat bahan bacaan yang lebih terstruktur dan sistematis.

淏ahan bacaan tersebut biasanya saya tulis beberapa hari menjelang mengajar dengan tema yang saya sesuaikan dengan tema pertemuan kelas. Akhirnya terkumpul tema-tema yang cukup banyak yang saya urutkan berdasarkan topik perkuliahan, terang Prof Purnawan.

Nah, setelah itu saya berinisiatif untuk menawarkan ke penerbit supaya bisa disebarluaskan ke masyarakat yang membutuhkan. Penerbit Prenada Media yang berkantor di Jakarta tertarik untuk menerbitkan naskah ini, imbuhnya.

Temukan Cara Unik Menyelesaikan Tulisan

Walaupun menulis buku adalah kewajiban bagi seorang dosen, tetapi hal tersebut bukanlah mudah. Hal ini juga dialami oleh Dekan FIB UNAIR yang sempat kesulitan membagi waktunya. Alih-alih, Dekan FIB UNAIR itu terus berupaya menuntaskan tulisannya.

淪aya sudah cukup banyak menulis buku, tetapi proses menulis buku yang ini saya rasakan paling berat. Kebetulan saat ini saya menjabat sebagai dekan, banyak pekerjaan yang harus saya lakukan dengan jabatan ini, tutur Prof Purnawan.

淗al berat lainnya adalah membaca referensi. Buku yang bagus harus disusun berdasarkan referensi terpercaya. Oleh karena itu setiap kali akan melanjutkan menulis saya harus membaca banyak referensi, baik berupa buku maupun arsip-arsip, tambahnya. Beruntungnya, Prof Purnawan memiliki koleksi 3000 eksemplar buku dan arsip-arsip digital yang membantunya dalam proses menulis.

Untuk mengatasi jenuh menulis, Prof Purnawan memiliki cara menulis dengan multitasking mengerjakan pekerjaan lain yang membuatnya lebih lancar dan fokus dalam menulis.

Di akhir sesi wawancara, Dekan FIB UNAIR itu berharap ada banyak pembaca kalangan mahasiswa dan peneliti sejarah yang bisa mengembangkan tulisannya menjadi bahan penelitian yang lebih luas, terutama untuk peristiwa-peristiwa di tingkat lokal.

淏anyak sekali ide atau gagasan di buku ini yang bisa dikembangkan lagi menjadi buku-buku baru. Bagi para mahasiswa yang ingin meneliti untuk keperluan skripsi atau tesis, bisa mengambil tema-tema yang saya tulis di buku ini. Kemudian diteliti ulang untuk daerah dan waktu yang berbeda-beda, ujarnya.

淒ari buku ini saya ingin menyampaikan bahwa seluruh aspek kehidupan saat ini adalah kelanjutan dari masa lalu. Aktivitas ekonomi yang sedang terjadi saat ini juga merupakan hasil dari perkembangan masa lampau. Dengan demikian, jika kita ingin memahami berbagai problematika perekonomian masa kini maka kita harus menengok ke belakang atau melihat sejarah yang telah terjadi, tutupnya pada akhir sesi wawancara. (*)

Penulis: Aidatul Fitriyah

Editor: Binti Q Masruroh

AKSES CEPAT