51动漫

51动漫 Official Website

Menjadi Wisudawan Terbaik di Tengah Kesibukan

Sendy Krisna Puspitasari (Foto: Dok Pribadi)

淣o matter what you have been through, still leave your heart open, so pains can find an exit and miracles can enter

UNAIR NEWS Momen wisuda periode ke-244 51动漫 (UNAIR) menjadi saksi atas keberhasilan Sendy Krisna Puspitasari. Mahasiswi program S2 Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) ini berhasil lulus dengan IPK 3,97 dalam waktu 1 tahun 6 bulan. Gelar tersebut ia dapatkan berkat dedikasi dan manajemen waktunya yang luar biasa di tengah kesibukan ganda sebagai mahasiswa dan pekerja.听

Sendy mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. 淪aya sangat bersyukur atas berkat Tuhan dan dukungan penuh dari keluarga. Saya tidak menyangka bisa menjadi wisudawan terbaik, mengingat banyak mahasiswa lain yang berproses luar biasa, ungkapnya. 

Tantangan terbesar yang Sendy hadapi selama studi adalah membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan. 淢enjadi mahasiswa sekaligus pekerja itu seperti bait puisi Sapardi Djoko Damono, Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni. Tantangannya adalah menjaga keseimbangan keduanya, jelasnya.听听

Work-life balance menjadi prinsip utama yang Sendy pegang dengan teguh. Baginya, keseimbangan antara kehidupan akademik, pekerjaan, dan keluarga adalah kunci untuk tetap produktif di setiap aspek. Ia selalu sadar bahwa waktu adalah sumber daya yang tidak dapat diubah atau digantikan, sehingga manajemen waktu dan disiplin adalah hal yang mutlak.听

Selain itu, Sendy juga sangat memahami pentingnya menetapkan skala prioritas, memastikan bahwa setiap tanggung jawab, baik akademik maupun pekerjaan, dapat berjalan dengan seimbang tanpa ada yang terabaikan. Dengan strategi ini, Sendy berhasil menjalani berbagai perannya dengan baik tanpa ada yang terabaikan, sambil terus menjaga fokus pada setiap tanggung jawab yang ia emban.听

Tidak hanya berprestasi di ranah akademik, Sendy juga aktif dalam kegiatan non-akademik. Ia terlibat sebagai relawan bagi orang-orang disabilitas dan menjadi anggota Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) di UNAIR. Pengalaman tersebut memberinya pelajaran berharga dalam kehidupan sosial. 

Setelah menyelesaikan studinya, Sendy memiliki impian untuk terus mengembangkan ilmu yang telah diperoleh. Ia juga berkomitmen untuk memberikan pengetahuan tersebut kepada para mahasiswa dan civitas akademika di almamater tercinta. 

Kepada mahasiswa lain, Sendy berpesan, 淧ercayalah, setiap manusia punya momentumnya. Seperti kata Tan Malaka, terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk. Teruslah berproses, pungkasnya. (hzu/edw) 

AKSES CEPAT