UNAIR NEWS – Umat muslim perlu membangun kesadaran puasa saat Ramadan adalah jalan ibadah ritual menuju spiritual. Bukan hanya spiritual biasa, perlu pemahaman dan penghayatan spiritual yang lebih luas. Begitulah ungkapan Ir H Misbahul Huda MBA mengawali Tausiah Ramadan 1443 H pada Senin (11/4/2022) di Aula Garuda Mukti Kampus MERR (C).
Spiritualitas
Menurutnya, pembangunan masyarakat yang bermartabat mesti memperhatikan aspek spiritualitas. Sebab, jika tidak, pembangunan masyarakat itu akan lebih banyak berorientasi pada sikap permisif (over-terbuka) dan hedonis (suka pada dunia secara berlebihan).
淪piritualitas adalah komitmen dan kompetensi menghadirkan Allah tidak hanya di masjid atau mushola. Tidak hanya ketika umrah atau puasa. Tetapi, Allah hadir kapanpun dan di manapun berada. Sebesar dan serumit apapun masalah yang ada, katanya.
Persoalannya, rata-rata puasa umat lemah di spiritual, dan hanya kuat di ritual. Umat Islam lebih suka ibadah ritual untuk kepuasan individual. Namun, justru kering dengan pendalaman spiritual untuk kerja profesional dan kemaslahatan sosial.

Pengabdian
Ir Misbahul mengungkapkan generasi terbaik para sahabat nabi adalah mereka yang berkompeten, produktif, bermakna, dan memberikan arti pada jamannya. Para sahabat peduli terhadap ketimpangan sosial masyarakat. Hal itu hendaknya juga menjadi inspirasi jalan spiritualitas muslim pada era saat ini.
淎papun profesi, jadikan amalan terbaik (professional) agar bisa menjadi tiket masuk surga-Nya. Temukan meaningful moment, yang sesuai dengan passion, lalu jadikan jalan pengabdian (wasilah), tegasnya.
Menyebar Manfaat
Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Orwil Jawa Timur itu menyebutkan, pertumbuhan Ekonomi tertekan pada 2020 sebesar 2.07 persen. Pada 2021 hanya 3,69 persen. Padahal, Indonesia memerlukan pertumbuhan ekonomi stabil 8 persen. Terutama untuk menahan laju kemiskinan dan pengangguran.
淎kar persoalan Ekonomi umat adalah defisit saudagar muslim, sebutnya.
Padahal, tradisi saudagar begitu melekat pada Islam dahulu. Rasulullah merupakan saudagar. Selain itu, banyak persebaran Islam yang memanfaatkan tradisi saudagar. Termasuk para pemimpin pergerakan Islam Indonesia yang merupakan saudagar.
淢aka, perlu ada aliran manfaat antar-umat yang besar, katanya.

Ketua Bidang IV (Ekonomi, Bisnis, Pedesaan) ICMI Orwil Jawa Timur tersebut juga menyampaikan perlu adanya kesadaran untuk penguatan bidang ekonomi masyarakat. Jangan menimbun aset. Itu pola pikir kapitalis. Aset harus diputar tidak hanya untuk berburu profit, tapi juga benefit (manfaat) dan advantages (berkah). Sehingga menciptakan multi-efek terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
淜euntungan hakiki saudagar muslim adalah sebesar-besar manfaat. Bukan sebanyak-banyaknya keuntungan, tegasnya.
Diketahui, Ir Misbahul menyampaikan tausiah itu di depan Rektor UNAIR Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak, jajaran pimpinan, dan civitas akademika UNAIR.Tausiah Ramadan 51动漫 merupakan serangkaian kegiatan di tengah bulan puasa yang digelar Dit SDM UNAIR.
Penulis: Feri Fenoria
Baca juga:





