UNAIR NEWS Pelantikan Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI menggantikan Johnny G Plate menumbuhkan harapan baru terhadap dunia telekomunikasi di Indonesia. Sebagai negara yang besar, publik berharap Budi akan mampu mengoneksikan Indonesia secara lebih masif dan lebih baik lagi. Namun, Pekerjaan Rumah (PR) Menteri Budi tentu tidak sedikit.
Kepada UNAIR NEWS (24/7/2023), Pakar Teknologi 51动漫 (UNAIR), Dr Maryamah SKom, menyampaikan harapannya terhadap Menkominfo yang baru. Dengan latar belakang sebagai bekas Wakil Menteri Desa PDTT, diharapkan Menteri Budi mampu memahami kondisi Indonesia.
淚a pasti sangat mengerti bagaimana kondisi dari infrastruktur digital dari desa dan daerah-daerah. Terutama daerah tertinggal sehingga harapannya dapat mempercepat pembangunan infrastruktur digital, ucapnya.
Tugas Besar Menteri Budi
Nyatanya, sebagai Menkominfo baru, bagi Maryamah, Budi memiliki banyak tugas. Bahkan, dalam pelantikannya di Istana Negara, Presiden Jokowi memberikan beberapa PR kepada Menteri Budi. Di antaranya, pembangunan infrastruktur digital yang merata, pengawasan platform dan media sosial, pengembangan ekosistem digital dan perlindungan data informasi masyarakat, serta narasi pemilu damai.
淒engan menyelesaikan keempat PR tersebut, sektor komunikasi dan informasi di Indonesia akan lebih baik dari sebelumnya, tambah Pengajar Teknologi Sains Data UNAIR tersebut.

Menurutnya, salah satu yang menjadi isu utama adalah keamanan data informasi yang sangat penting serta masalah-masalah kebocoran data yang masih sering terjadi. Karena dua masalah itulah yang akan mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat untuk menggunakan layanan informasi, serta tingkat kepercayaan pada kredibilitas pemerintah.
淗oax juga jadi salah satu problematika pada bidang komunikasi dan informasi yang sangat penting untuk diperhatikan di Indonesia. Berita hoax berkembang sangat cepat apalagi viral dapat publik ketahui, ungkapnya.
Tidak Hanya Soal Infrastruktur
Permasalahan Sumber Daya Manusia juga menjadi penghambat perkembangan teknologi komunikasi. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap media, ketika berita hoax terjadi dan masyarakat percaya, maka akan sulit untuk meluruskan berita yang sudah publik percaya sebelumnya. Artinya, tugas dari pengembangan digital merupakan tugas bersama. Bukan hanya dibenahi infrastruktur, melainkan juga mental masyarakat.
淢asyarakat jangan mudah percaya terhadap berita yang ada. Mohon dapat memastikan berita tersebut benar terlebih dahulu sebelum menyebar kepada orang lain, pesannya. (*)
Penulis: Afrizal Naufal Ghani
Editor: Nuri Hermawan





