51动漫

51动漫 Official Website

Menuju ICTOH 2026, RGTC FKM UNAIR Bedah Strategi Penyusunan Abstrak dan Poster Ilmiah

Webinar coaching clinic yang diadakan oleh RGTC FKM UNAIR sebagai rangkaian menuju ICTOH 2026. (Foto: Istimewa)
Webinar coaching clinic yang diadakan oleh RGTC FKM UNAIR sebagai rangkaian menuju ICTOH 2026. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Isu pertembakauan masih menjadi tantangan pelik bagi kesehatan masyarakat di Indonesia, mulai dari tingginya prevalensi perokok hingga kuatnya pengaruh industri. Merespons hal tersebut, Research Group Tobacco Control (RGTC) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) 51动漫 (UNAIR) menggelar webinar 淐oaching Clinic Abstract: Strategi Menyusun Abstrak, Poster Ilmiah, dan Manuskrip untuk Konferensi pada Selasa (31/3/2026).

Kegiatan daring itu merupakan bagian dari rangkaian Road to ICTOH 2026. Acara itu bertujuan untuk membekali akademisi dan peneliti muda dalam menghasilkan evidence serta advokasi berbasis ilmiah guna memperkuat pengendalian tembakau di tanah air. Hadir sebagai narasumber, Dr. Kurnia Dwi Artanti dr M Sc perwakilan dari RGTC FKM UNAIR. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa artikel ilmiah yang terstruktur dengan baik memiliki peluang tiga kali lebih besar untuk diterima oleh jurnal bereputasi maupun konferensi bergengsi.

Dr. Kurnia menjelaskan bahwa penulisan ilmiah yang efektif harus dimulai dari perencanaan yang matang. Ia membedah struktur ideal sebuah manuskrip, mulai dari pendahuluan hingga pembahasan. Pada bagian pendahuluan, ia menyarankan penggunaan funnel approach, yakni memetakan masalah dari konteks umum menuju tujuan penelitian yang spesifik.

淪etiap paragraf harus memiliki tujuan yang jelas. Gunakan hook untuk menciptakan konteks menarik dan identifikasi literature gap untuk menunjukkan kebaruan penelitian Anda, jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya transparansi dalam metodologi dan objektivitas pada bagian hasil. Menurutnya, bagian hasil harus dilaporkan secara jujur, termasuk temuan yang non-signifikan. 

淪impan semua interpretasi untuk bagian diskusi. Laporkan hasil dengan tabel atau grafik yang bersifat self-explanatory agar mudah dipahami penguji, imbuhnya.

Webinar itu juga menyoroti elemen kunci dalam bagian pembahasan (discussion), yang mana peneliti harus berani menjawab research questions secara eksplisit dan mengakui keterbatasan penelitian secara jujur. Dr. Kurnia mengingatkan agar peneliti menghindari spekulasi tanpa bukti dan repetisi hasil tanpa interpretasi makna.

Melalui coaching clinic ini, RGTC FKM UNAIR berharap muncul gelombang riset baru yang mampu menjadi senjata advokasi dalam pengendalian tembakau. Partisipasi aktif generasi muda dalam ajang ICTOH 2026 mendatang harapannya tidak hanya sekadar formalitas akademik, tetapi memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan bangsa.

“Mulailah menulis sejak tahap pengumpulan data dan buatlah timeline yang realistis. Artikel yang baik adalah artikel yang selesai dan memberikan dampak bagi ilmu pengetahuan,” pungkas Dr. Kurnia.

Penulis: Marissa Farikha Siti Fatimatuzzahra
Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT