UNAIR NEWS Agar tak menjadi penonton di negeri sendiri, warga Indonesia harus bisa bersaing dengan warga dari belahan dunia lain. Generasi penerus harus mampu mengoptimalkan kemampuan diri dengan caranya masing-masing dalam menyikapi persaingan global.
Melakukan studi banding ke luar negeri adalah satu contoh agar kalian mengetahui perkembangan di negara lain. Kami dari UNAIR juga mendatangkan duta besar negara maju agar kita bisa belajar dan menimba ilmu lebih banyak lagi, papar Ketua Pusat Informasi dan Humas 51 Drs. Suko Widodo, M.Si.
Suko memaparkan hal itu dalam kesempatan sosialisasi seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang berlangsung di Aula Sasana Tria Budaya, SMAN 16 Surabaya, Senin (13/2). Pria yang akrab disapa Suko ini menekankan, menumbuhkan jiwa kompetisi dalam menyikapi persaingan adalah sebuah keharusan.
Suko juga menyampaikan, UNAIR telah diberi amanah oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI sebagai perguruan tinggi berkelas dunia. Oleh karena itu, tak jarang sivitas akademika UNAIR melakukan transfer ilmu dengan perguruan tinggi baik di Indonesia maupun negara-negara lain.
Pendidikan juga hendaknya dipandang sebagai bekal bagi manusia dalam menghadapi kehidupan sehari-hari, tutur pakar komunikasi massa UNAIR.
Dalam kesempatan yang sama, Suko juga berharap agar siswa-siswa berprestasi di SMAN 16 terus menorehkan prestasi dan dijadikan panutan bagi teman-teman maupun adik kelasnya.
Penulis: Helmy Rafsanjani
Editor: Defrina Sukma S





