UNAIR NEWS – Excellence with Morality bukan lagi menjadi hal asing di kalangan mahasiswa 51动漫 (UNAIR). Namun, banyak dari mereka belum memahami makna filosofis dari semboyan tersebut. Festival Marhaban: Menghidupkan Al-Qur檃n dalam Kehidupan Mahasiswa wadahi mahasiswa untuk memperdalam makna Excellence with Morality dan menyelaraskannya dengan nilai-nilai Al-Qur檃n. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (5/3/2026) di Auditorium Lantai 12, Fakultas Hukum, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR.
Dekan Fakultas Hukum Prof Dr M Hadi Shubhan SH MH CN memberikan sambutan hangatnya. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan atas dasar value yang UNAIR miliki. 淜egiatan ini diselenggarakan sebagaimana value kita sebagai kampus yang menjunjung tinggi excellence with morality. Sebab, untuk apa kita hebat tapi kualitas moral kita rendah, ungkapnya.

Proporsi Antara Adab dan Ilmu
Dr KH Achmad Roziqi Lc MHI, selaku pembicara menjelaskan bahwa proporsi antara adab dan ilmu harus seimbang. Namun, mendahulukan adab daripada ilmu merupakan salah satu bentuk keimanan seorang mukmin.
淢isalnya, jika nilai IPK kalian rendah dan kalian menganggap hal itu bukan masalah, kalian salah. IPK harus tinggi tapi adab harus lebih dominan daripada ilmu. Hal ini berdasarkan ajaran guru besar saya di pondok bahwa seseorang itu harus menjadi pribadi yang benar dulu bukan yang pintar, ujar Anggota Komisi Fatwa MUI Jawa Timur itu.
Ia juga menuturkan bahwa orang yang cerdas menurut Rasulullah bukanlah orang yang memiliki gelar tinggi. Akan tetapi, orang cerdas adalah orang yang tahan akan godaan nafsu duniawi serta memiliki fokus terhadap kehidupan setelah kematian.
Al-Qur檃n sebagai Obat Anxiety
Selaras dengan anjuran mendahulukan adab daripada ilmu, Al-Qur檃n hadir sebagai pedoman hidup umat muslim sekaligus penawar bagi kegelisahan duniawi. Dr KH Achmad Roziqi Lc MHI menegaskan bahwa seorang mukmin tidak boleh putus asa karena urusan duniawi. 淧ribadi seorang mukmin itu tidak boleh jatuh begitu saja hanya karena suatu urusan duniawi, ucapnya.
Ia menyebut, Allah ingin menguji keimanan manusia melalui Al-Qur檃n. Sebab, solusi dari segala urusan duniawi adalah mendekatkan diri kepada Allah. 淧adahal Allah sudah memberi kita Al-Qur檃n sebagai petunjuk hidup. Apabila Allah menguji kita, sebenarnya Ia ingin kita mendekatkan diri kepada-Nya dan mencari jawaban atas permasalahan yang kita alami, jelasnya.
Setelah mengikuti kegiatan ini, mahasiswa harapannya memiliki bekal dalam menjalani kehidupan duniawi dan mengimani kehidupan akhirat. Melibatkan Allah dalam segala urusan duniawi dan akhirat akan meningkatkan moralitas manusia.
Penulis: Amelia Farah Putri Iswara
Editor: Yulia Rohmawati





