Penelitian menemukan remaja mengalami depresi dengan berbagai angka temuan. Survey nasional di Indonesia melaporkan hampir sepertiga remaja berusia 15-19 tahun mengalami depresi, mulai dari tingkat sedang hingga serius. Remaja depresi dapat mengalami masalah di sekolah. Mereka mungkin terganggu konsentrasinya, tidak bisa berpikir dengna baik, sulit mengatasi masalah, mudah lupa, atau tidak bisa mengikuti kegiatan atau aturan sekolah. Mereke kehilangan semangat untuk belajar, sering membolos atau tidak bisa mengikuti kegiatan akademik di sekolah.
Menurut salah satu teori Psikologi, depresi terkait dengan pikiran yang disebut dengan triad kognitif, yaitu adanya pandangan yang negative tentang diri, dunia di sekitar, dan masa depan. Pandangan negative tentang tiga aspek tersebut menyumbang 43% terhadap berkembangnya gejala depresi. Temuan ini mendasari pengembangan sebuah skala psikologis untuk mengungkap keberadaan triad kognitif ini pada remaja, yang diawali oleh Kaslow, dkk. Skala ini bernama Children檚 Cognitive Triad Inventory atau disingkat CTI-C dan telah banyak digunakan di luar Indonesia.
Dengan harapan agar potensi triad kognitif diantara remaja di Indonesia dapat dikenali, maka dilakukan sebuah penelitian untuk menguji kemampuan dan kesesuaian skala CTI-C ini di Indonesia. Secara detil hasil kajian ini disampaikan kepada masayarakat luas pada International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol. 13, No. 3, pada Juni 2024.
Pada penelitian yang dilakukan Endang Retno Surjaningrum, PhD dari Fakultas Psikologi bersama dengan kolega Dr. Primatia Yogi Wulandari dan mahasiswa Ktut Dianovinina, M. Psi., mereka menerapkan skala ini terhadap 1194 remaja, terdiri dari siswa SMP dan SMA berusia 13-19 tahun. Mereka menggunakan sampling accidental dan sebagian besar peserta yang terlibat berasal dari Jawa. Seluruh remaja yang terlibat diminta menjawab skala yang terdiri dari 36 pernyataan yang harus dijawab dengan memilih satu dari tiga pilihan jawaban.
Untuk melakukan kajian ini, tim peneliti mengawali dengan penerjemahan skala dari Bahasa Inggris ke bahasia Indonesia lalu hasilnya diuji kembali dengan menerjemahkan ke Bahasa Inggris (forward dan backward translation). Penerjemahan dilakukan oleh translator yang bersertifikat dan kemudian dinilai oleh ahli di bidang Psikologi. Selanjutnya, kuesioner yang telah rapi ini diberikan kepada sekelompok remaja untuk menilai penyajian dan Bahasa yang digunakan dapat dipahami oleh mereka. Penyesuaian dilakukan berdasarkan penilaian sekelompok remaja ini. Setelah skala dinyatakan siap, barulah diberikan kepada seluruh remaja yang bersedia memberikan jawaban.
Dari penelitian ini, didapatkan skala pengukuran triad kognitif CTI-C yang dapat digunakan untuk remaja di Indonesia berusia 13-19 tahun dengan kepercayaan yang tinggi sesuai dengan standar pengujian suatu alat ukur Psikologi. Skala yang dihasilkan ini dapat memetakan gambaran triad kognitif remaja dan mengenali kemungkinan seorang remaja berpeluang mengalami depresi. Kemampuan pemetaan ini dapat ditindaklanjuti dengan program-program pencegahan dan penanganan, baik di sekolah maupun di masyarakat. Semakin banyak remaja dipetakan maka peluang depresi pada remaja dapat ditekan.
Penulis: Endang Retno Surjaningrum, Dosen Fakultas Psikologi 51动漫
Referensi: Dianovinina, K., Surjaningrum, E.R., Wulandari, P.Y., 2024, (IJERE) Vol. 13 (3), pp 1356-1362. DOI: 10.11591/ijere.v13i3.28038
Baca juga: /bem-fikkia-perkuat-sinergi-bersama-geopark-ijen/





