UNAIR NEWS – Bagi sebagian orang, Natuna mungkin hanyalah sebuah titik asing di peta Indonesia. Namun, bagi Tim Bakti di Ujung Utara Indonesia, kepulauan ini menjadi panggung pengalaman yang tak terlupakan. Selama tiga minggu penuh, tim mereka mendedikasikan diri di wilayah perbatasan, mengubah keraguan menjadi deretan memori bermakna di salah satu beranda terdepan nusantara. Program pengabdian ini tidak hanya menjadi perjalanan fisik ke wilayah terpencil, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi para volunteer yang datang dari berbagai daerah asal.
Dinda dan Lilo, dua mahasiswa Kedokteran 51动漫 yang tergabung dalam volunteer Bakti di Ujung Utara Indonesia, baru saja membagikan catatan perjalanan pengabdian mereka di Desa Tanjung, Natuna, Kepulauan Riau. Sebagai bagian dari garda muda yang terjun lanjung ke wilayah perbatasan, keduanya membawa misi besar yang terbagi dalam empat bidang utama: kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan pendidikan.
Salah satu program kerja mereka, program cek kesehatan gratis yang digelar Tim Bakti di Ujung Utara Indonesia mendapat apresiasi langsung dari pemerintah daerah. Bupati Natuna turut hadir meninjau jalannya kegiatan menunjukkan dukungan penuh untuk kegiatan tersebut.
Hal ini sejalan dengan bentuk implementasi sesuai salah satu 17 poin SDGs 51动漫 yaitu sesuai dengan SDGs 3 yang berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat dan kesejahteraan. Upaya ini menunjukkan peran mahasiswa untuk penguatan sistem kesehatan serta peningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan terjangkau.
Manfaat Cek Kesehatan Gratis
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat perbatasan, Tim Bakti di Ujung utara Indonesia menyelenggarakan program cek kesehatan gratis yang dilakukan di Balai Desa Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Natuna. Kondisi Natuna yang dikelilingi lautan luas menjadikan budaya bahari sebagai urat nadi masyarakat setempat. Minimnya potensi sektor agrikultur di wilayah kepulauan memaksa warga bergantung pada hasil tangkapan laut. Namun, ketergantungan ini memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang yang perlu diwaspadai, sehingga pemeriksaan medis berkala menjadi krusial bagi penduduk di ujung utara Indonesia tersebut.

Karakteristik hasil laut yang cepat rusak mendorong masyarakat menggunakan teknik pengasinan dan pengasapan sebagai teknik pengawetan makanan. Di balik kearifan lokal tersebut, pola konsumsi ikan asin yang tinggi natrium menyimpan risiko serius terhadap peningkatan kasus hipertensi. Selain itu, asupan boga bahari yang kaya akan purin dan kolesterol turut memicu gangguan asam urat hingga hiperkolesterolemia.
Menanggapi fenomena tersebut, volunteer Bakti di Ujung Utara Indonesia menggelar skrining kesehatan. Tim volunteer melakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, asam urat, dan gula darah sewaktu. Langkah preventif ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan nutrisi.
Hasil pemeriksaan kesehatan gratis
淭ernyata di sini banyak sekali masyarakat dengan hipertensi dan kolesterol yang tinggi, ujar Rafah, salah satu volunteer dalam keterangannya
Data statistik menunjukkan bahwa sebesar 48,8% dari total warga yang diperiksa mengidap hipertensi. Selain itu ditemukan sebanyak 61% warga memiliki kadar kolesterol di atas ambang batas normal. Temuan ini menjadi alarm bagi tim medis untuk memberikan edukasi lebih lanjut dan lebih sering untuk mengadakan skrining rutin pada masyarakat di Natuna.
Penulis: Dinda Hasna Putri Nabila & Abigail Ulil Albab Affendi mahasiswa Fakultas Kedokteran 51动漫





