Asap pengelasan dapat mengganggu kenyamanan kerja, gangguan penglihatan, keracunan penyebab umum, dan fungsi paru yang abnormal. Paparan jangka panjang terhadap asap pengelasan dikaitkan dengan masalah kesehatan pernapasan, termasuk asma, bronkitis, perubahan fungsi paru-paru, gangguan neurologis, aritmia jantung, iskemia miokard, aterosklerosis, dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular misalnya, hipertensi. Sebuah studi di Malaysia menunjukkan bahwa asap pengelasan telah berkontribusi 39,28% terhadap peningkatan kerusakan paru-paru pada pekerja pengelasan karena toksisitas kimia dan paparan jangka panjang (Bakri, 2018).
Pengelasan adalah proses penting dalam teknologi industri. Teknik pengelasan sebagian besar melibatkan penyambungan berbagai logam. Sebanyak 75,6% pekerja pengelasan di Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia, menderita fungsi paru yang tidak normal akibat paparan asap pengelasan. Studi ini menganalisis beberapa faktor risiko dan sensitivitasnya terhadap fungsi paru abnormal pada pekerja pengelasan. Studi ini adalah artikel meta-analisis. Sumber data diperoleh dari artikel yang diterbitkan secara online di Google Scholar, Science Direct, Pubmed, dan Springer dari 2010 hingga 2020. Sebanyak 15 artikel dipilih untuk meta-analisis menggunakan jasp versi 0.9.2 perangkat lunak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rasio prevalensi gabungan (PR) variabel eksposur panjang 1,954 (95% CI = 0,31- 1,03), kebiasaan merokok 2,159 (95% CI = 0.33“1.22), penggunaan APD 1.491 (95% CI = -0,50“1,30) dan paparan asap pengelasan 2.271 (95% CI = 0,52“1,12) pada pekerja pengelasan dengan fungsi paru abnormal. Sebuah studi pada pekerja pengelasan menunjukkan bahwa fungsi paru abnormal memiliki hubungan yang berarti dengan lama paparan asap pengelasan (p = 0,008; atau = 6.321; 95% CI = 1.663“24.026), dan pekerja yang melakukan pengelasan selama ≥8 jam /hari memiliki kapasitas paru-paru rata-rata yang lebih kecil daripada <8 jam / hari (Slamet, 2017). Penelitian di Punjab, India, menunjukkan bahwa menggunakan alat pelindung diri (APD) secara signifikan terkait dengan fungsi paru abnormal pada pekerja pengelasan (Dev, 2021).
Dari lima belas artikel yang dianalisis, risiko menderita fungsi paru abnormal adalah 2.271 kali lebih besar untuk paparan asap pengelasan, 2,159 untuk kebiasaan merokok, 1.954 untuk lama paparan asap pengelasan, dan 1.491 untuk penggunaan APD. Faktor yang paling dominan menyebabkan fungsi paru abnormal adalah paparan asap pengelasan.
Perusahaan perlu mengendalikan risiko gangguan fungsi paru dengan menerapkan undang-undang dan peraturan yang ketat di tempat kerja, menyediakan kit APD dan pelatihan teknis tentang kesehatan dan keselamatan kerja, dan mengadakan sesi orientasi yang tepat tentang bahaya pekerjaan, serta pemeriksaan medis berkala pada pekerja. Tempat kerja harus memiliki instalasi knalpot yang mengalirkan udara yang tercemar keluar. Untuk mengurangi risiko dan meminimalkan menghirup asap pengelasan, perusahaan harus menggunakan knalpot yang dapat mengontrol sirkulasi udara. Asap pengelasan yang dilepas bisa lebih cepat diencerkan oleh udara segar. Selain itu, pekerja pengelasan dapat memakai masker las (pernapasan) untuk melindungi diri dari menghirup asap pengelasan.
Penulis: R. Azizah
A Meta-Analysis of Risk Factors of Length of Exposure, Smoking Habits, Use of Personal Protection Equipment (PPE), and Exposure to Welding Fumes in Welding Workers with Abnormal Pulmonary Function (A Perspective of Sustainable Public Health)





